Berita

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhono dan Sandiaga Salahudin Uno/RMOL

Politik

Bergabungnya Sandiaga Uno Dan AHY Dalam Kabinet Akan Buktikan Jokowi Bebas Dari Tekanan Elite

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 05:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Keberanian memasukkan Sandiaga Salahudin Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi bukti Presiden Joko Widodo berhasil keluar dari tekanan elite yang mengelilinginya.

Demikian disampaikan analis politik Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (24/8).

Andi Yusran menjelaskan, Sandiaga Uno dan AHY merupakan sosok yang layak diakomodasi untuk bergabung dalam kabinet Indonesia Maju. Apalagi, melihat kinerja pembantu Jokowi yang sudah hampir setahun nampak kurang maksimal.


"Reshuffle sejatinya menjadi keniscayaan melihat kinerja kabinet ‘berapor merah’ terutama kementerian yang terimbas oleh pandemik Covid-19. AHY dan Sandi memang layak diakomodasi ke dalam kabinet, namun keduanya memiliki resistensi yang cukup tinggi terutama resistensi dari elit PDI-P," demikian pendapat Andi yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/8).

Lebih lanjut, dalam analisa Doktor politik Universitas Padjajaran ini, jika Jokowi berani keluar dari resistensi PDIP,  maka akan menunjukkan bahwa presiden dua periode ini tidak memiliki beban politik.

Mengingat, Sandiaga Uno dan AHY adalah figur potensial yang berpotensi menjadi kompetitor PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih ini tidak dapat kembali mengusung Jokowi pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Jika Jokowi bisa mengakomodasi AHY dan Sandi ke dalam kabinet, maka ini bisa memberi sinyal bahwa Jokowi memiliki independensi dan keluar dari tekanan dan kepentingan elite yang mengelilinginya," pungkas Andi Yusran.

Isu perombakan kabinet sempat kembali mewarnai publik usai Ketua Indonesian Police Watch, Neta S. Pane mengaku mendapatkan informasi soal rencana perombakan kabinet secara besar-besaran. Saat itu Neta mengklaim orang dekat Istana memberikan informasi bahwa Jokowi akan menganti 11-18 menterinya.

Isu perombakan kabinet itu kemudian diluruskan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno pada Sabtu (22/8) lalu. Kata Pratikno, sampai saat ini belum ada rencana perombakan kabinet.

Presiden, dijelaskan Pratik sedang fokus melakukan penanganan pandemik virus corona baru (Covid-19).

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya