Berita

Festival Hindu Ganesh Chaturthi, melarungkan pastung ke laut/Net

Dunia

Pengrajin Tembikar Muslim India Beralih Profesi Jadi Pembuat Patung Dewa Ganesha Dari Tanah Liat Yang Ramah Lingkungan

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemik Covid-19 menghantam bisnis tembikar di India. Seorang pengrajin Muslim asal Mumbai akhirnya beralih profesi menjadi seorang pembuat patung Dewa Ganesha untuk perayaan keagamaan umat Hindu Ganesh Chaturthi.

Potter Yusuf Zakaria Galwani bekerja bersama dua saudara laki-lakinya di kota kumuh Mumbai Dharavi untuk membuat patung Dewa Ganesha setinggi 13 inci dari tanah liat terakota. Ini adalah hal yang unik karena biasanya patung Ganesha dibuat plester Paris.

Ganesh Chaturthi merupakan salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat Hindu India untuk memperingati kelahiran Dewa Ganesha. Kelahiran Dewa Pengetahuan, Kecerdasan, Perlindungan dan Kebijaksanaan itu dirayakan setiap tahunnya. Setiap keluarga akan berkumpul bersama, berdoa, dan saling bersilaturahmi.


Festival Hindu Ganesh Chaturthi biasanya diakhiri dengan prosesi besar-besaran ke Laut Arab untuk melarungkan patung-patung dewa gajah yang sangat mereka cintai itu ke dalam air.

Namun, perayaan tahun ini dipastikan harus diredam. Pihak berwenang mendesak orang-orang untuk merayakan festival 10 hari itu di rumah sebagai upaya untuk memastikan jarak sosial.

"Karena penjualan tembikar kami menyusut, saya memutuskan untuk membuat patung Ganesha sebagai alat bertahan hidup dan juga karena patung yang kami buat berbeda dari biayanya yaitu dari tanah liat, ini untuk mempromosikan (alternatif) ramah lingkungan," kata Galwani, seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/8).

Aktivis telah lama mengkritik praktik membenamkan berhala di laut, dengan alasan kegiatan tersebut berkontribusi pada pencemaran air, dan Galwani setuju.

"Setiap tahun, kami melihat patung Ganesha besar yang terbuat dari plester Paris terdampar di pantai setelah perendaman. Ini juga memengaruhi lingkungan lokal dan kehidupan laut kami," katanya.

Kreasi tanah liat buatan Galwani dirancang untuk cepat hancur dan berubah menjadi tanah. Mereka juga mengandung biji di dalamnya yang dapat berkecambah jika disiram seperti tanaman.

Sejauh ini Galwani telah menerima pesanan sebanyak 800 buah patung yang ia hargai masing-masih 1.500 rupee atau setara dengan 20 dolar AS. Ia berharap lingkungannya pulih kembali secara ekonomi setelah pandemik virus corona.

“Sebelumnya saya kehilangan bisnis karena pelanggan khawatir masuk ke daerah kumuh,” kata Galwani.

"Sekarang, banyak hal telah berubah dan mereka bahkan bersedia datang dan mengambil pesanan mereka sendiri."

Galwani adalah pengrajin tembikar generasi ketiga dari keluarganya dia mengatakan bahwa dirinya tidak melihat konflik dalam menjalankan keyakinannya sambil memenuhi kebutuhan jamaah Hindu.

"Apa masalahnya jika saya seorang Muslim membuat patung dewa Hindu seperti Ganesha? India adalah negara demokrasi sekuler dan kami tumbuh dengan banyak budaya yang hidup bersama," tambah Galwani.

Meskipun para pejabat belum mengeluarkan larangan langsung terhadap perendaman laut tahun ini, mereka telah memberlakukan pembatasan pada perayaan lokal.

Pemuja dilarang memberikan persembahan umum kepada dewa dan penyelenggara telah diperintahkan untuk membersihkan tenda luar ruangan beberapa kali dalam sehari.

Dipopulerkan oleh pemenang Oscar 2008 'Slumdog Millionaire', wilayah Dharavi kembali menjadi sorotan pada bulan April lalu karena kekhawatiran kurangnya jarak sosial atau sanitasi di jalan-jalannya yang padat akan menjadikannya sasaran empuk bagi penyebaran virus.

Tetapi fokus yang tajam pada pengujian disertai dengan karantina yang keras dan tindakan penguncian telah menyebabkan infeksi menjalar di daerah kumuh tersebut.

Secara nasional India telah mendaftarkan lebih dari 2,6 juta infeksi menjadi yang tertinggi ketiga di dunia dengan negara bagian Maharashtra barat, di mana Mumbai adalah ibukotanya, bertanggung jawab atas seperlima kasus virus korona di seluruh negeri.

Kematian akibat pandemik di seluruh negeri melewati 50.000 pada hari Senin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya