Berita

Ilustrasi vaksin covid-19/Net

Politik

M Qadari: Pemilu Saja Rumit, Bagaimana Teknis Implementasi Vaksin Covid-19?

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 22:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat politik M Qadari mempertanyakan bagaimana implementasi teknis pemerintah untuk memberikan vaksin virus corona baru (Covid-19) terhadap 270 juta lebih penduduk Indonesia.

“Siap yang duluan, bagaimana mekanismenya. Itu kalau tidak diatur dari sekarang bisa menimbulkan keributan dan kerusuhan sosial, karena orang ingin mendapatkan vaksin secepat-cepatnya,” kata Qadari saat menjadi pembicara ILC bertajuk “75 Tahun Indonesia Maju”, Selasa malam (18/8).

Qadari tak bisa membayangkan bahwa Indonesia mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) saja rumit, banyak data pemilih yang tidak cocok bagaimana memberikan vaksin terhadap seluruh penduduk yang jumlahnya besar.


“Pemilu itu hanya diikuti oleh orang dewasa, sementara vaksin akan diikuti mulai dari bayi sampai kakek dan nenek,” tandasnya.

Di sisi lain, Qadari tidak melihat ada “lompatan besar" yang dimaksud oleh Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya.

“Saya menilai tapi mesti dikaji lebih dalam, rasa-rasanya pidato itu belum menggambarkan adanya lompatan besar, ada lompatan tapi kecil,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan maksud lompatan besar itu, menurut Qadari, Presiden Jokowi  harus menyusun bidang-bidang yang harus diprioritaskan untuk ditangani pada saat ini yaitu kesehatan, bantuan sosial, pangan atau pertanian.

Selain itu, bidang lainnya diantaranya teknologi informasi dan terakhir membangun satu data atau big data.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya