Berita

Presiden Joko Widodo saat memberi pidato kenegaraan/Net

Politik

Secara Realita, Tanda-tanda Pemerintah Membajak Krisis Untuk Kemajuan Belum Ada

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 07:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo berhasil memberi pesan yang baik kepada rakyat dalam menghadapi pandemik Covid-19.

Dari sisi pesan, pemerintah berhasil memberi tawaran optimisme pada rakyat bahwa krisis akan diubah menjadi peluang untuk menjadi negara maju.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menanggapi pidato Jokowi soal membajak momentum krisis sebagai lompatan kemajuan.


"Dari sisi pesan cukup baik, dengan tawaran optimisme dalam gelombang krisis,” tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/8).

Hanya saja, kata Dedi, realita di lapangan belum menunjukkan adanya tanda-tanda dari pemerintah dalam mewujudkan ucapan Jokowi.

“Dalam tataran praktik belum mengarah pada apa yang presiden sebut "membajak" untuk kemajuan," ujarnya.

Hal tersebut, kata Dedi, bisa dilihat dari kekecewaan Presiden Jokowi terhadap kinerja anggota kabinet yang terus berulang.

"Juga terkait upaya penanganan pandemik yang tak kunjung terlihat hasilnya. Padahal, mengakhiri pandemik adalah prioritas untuk dapat membangkitkan kembali bidang-bidang yang terdampak," kata Dedi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya