Berita

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak/RMOLJateng

Presisi

Kantongi Nama-nama Pelaku Insiden Pasar Kliwon, Kapolres Surakarta: Menyerah Atau Diburu

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 03:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tim dari Satreskrim Polresta Surakarta bersama Ditreskrim Polda Jateng terus memburu pelaku tindak kekerasan penganiayaan yang terjadi di Metrodanan, Pasar Kliwon beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kapolres Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak, usai memimpin razia gabungan dari Polresta Surakarta, Brimob dan Dit Samapta Polda Jateng  melaksanakan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan).

Dengan menggelar patroli berskala besar dan razia di kantong-kantong kelompok intoleran terutama di daerah Mojo, Sangkrah, Gandekan, dan sekitarnya, Sabtu (15/8.


Kapolresta Solo dengan tegas menyampaikan ada beberapa pelaku yang identitasnya sudah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran pihak Kepolisian. Pihaknya menghimbau pada para pelaku untuk segera menyerahkan diri.

"Masih terus kita buru. Kami terus menghimbau  pada pelaku. Pilihannya cuma ada dua menyerahkan diri atau kita buru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Ade Safri kepada awak media, Sabtu sore (15/8).

Ade Safri menambahkan, di manapun dan sampai kapanpun pihaknya akan tegakkan hukum setegak-tegaknya. untuk memberikan rasa keadilan, keamanan, juga kenyamanan warga dalam beraktivitas.

Sejauh ini perkembangan kasus penyelidikan menurut Ade sudah ada 47 orang saksi yang sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Jika tidak ada halangan, minggu depan berkasnya sudah selesai dan akan dikirimkan ke Kejari Surakarta untuk penelitian berkas tahap pertama.

"InsyaAllah minggu depan berkas sudah kita kirim ke Kejaksaan untuk pemeriksaan tahap pertama," lanjutnya, dilansir Kantor Berita RMOLJateng.

Selain itu terkait dua pelaku yang belakangan juga diamankan pasca kejadian masih terus dikembangkan apakah ada kemungkinan keterlibatan mereka dengan pelaku lainnya.

Termasuk kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus tersebut. Bahkan salah satu tersangka merupakan residivis kasus narkoba.

"Sebab masih ada beberapa pelaku yang identitasnya sudah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran pihak Kepolisian," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya