Berita

Gedung KBRI Beijing. Hubungan ekonomi Indonesia dan China mengalami peningkatan dalam sejumlah aspek meski di tengah pandemik Covid-19/KBRI Beijing

Dunia

Hubungan Ekonomi Indonesia-China Makin 'Mesra' Meski Di Tengah Pandemik Covid-19

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 23:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan China masih tetap terjalin "mesra" meski di tengah krisis pandemik Covid-19 yang terjadi.

Pada triwulan kedua tahun 2020 ini, negeri tirai bambu mencatat pertumbuhan ekonomi 3,2 persen setelah terkontraksi 6,8 persen di triwulan pertama tahun ini. Situasi ini diharapkan dapat ikut serta mendorong peningkatan kerjasama dengan Indonesia.

Menurut keterangan dari KBRI Beijing mengenai diplomasi KBRI Beijing semester I tahun 2020, yang diterima redaksi (Jumat, 14/8), tahun 2020 yang juga bertepatan dengan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia-China, merupakan momen yang tepat untuk fokus pada peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia-China, terutama pada tiga aspek utama, yakni perdagangan (trade), pariwisata (tourism) dan investasi (investment) (TTI), khususnya dengan mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.


Selama paruh pertama tahun 2020 ini saja, didukung dengan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-China, kerjasama kedua negara mengalami peningkatan di berbagai bidang.

Selama periode ini, meski di tengah pandemik Covid-19, China masih merupakan investor kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura dengan nilai investasi sebesar 2,4 miliar dolar AS. Jumlah ini naik 9 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni 2,2 miliar dolar AS.

Bukan hanya itu, dalam periode waktu yang sama, China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan total perdagangan kedua negara pada Semester I tahun 2020 mencapai 35.6  miliar dolar AS.

Walaupun pada periode ini China masih mengalami surplus terhadap Indonesia sebesar 986 juta dolar AS, namun defisit perdagangan Indonesia terhadap China pada triwulan pertama tahun 2020 sempat tercatat mengecil sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pada triwulan pertama tahun 2020 ini, beberapa produk unggulan Indonesia mencatat kenaikan signifikan, antara lain:

1. Batubara (HS 2701) naik 74,42 persen
2. Besi dan baja (HS 7202) naik 196,40 persen
3. Sarang Burung Walet (HS 0410) naik 189,61 persen
4. Ikan Frozen (0303) naik 53,78 persen
5. Buah Tropis (HS 0804) naik 22,29 persen
6. Buah dalam kemasan (HS 2007) naik 320,27 persen
7. Ikan kalengan (0305) naik 92,59 persen
8. Sepatu (HS 6403) naik 24,59 persen
9. Furnitur (HS 9404) naik 30,87 persen
10. Kayu olahan (HS 4409) naik 222.44 persen
11. Elektronik (HS 8541) naik 14,70 persen

Meski begitu, di beberapa sektor lainnya memang terdapat penurunan drastis, seperti pariwisata. Hal ini terjadi lantaran dampak pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara asal China ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk pada Semester I menurun drastis sebesar 80,74 persen dengan total 202.204 kunjungan.

Namun, KBRI Beijing tidak tinggal diam dan menjalin kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Bali Tourism Board terus melakukan promosi  pariwisata di Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menyiapkan materi promosi digital "work from Bali" dan mempersiapkan destinasi wisata dengan protokol kesehatan.

Selain itu, KBRI Beijing juga berkomitmen untuk mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi digital, serta industri bernilai tambah khususnya di sektor kesehatan dan kendaraan listrik, virtual business dan gaya hidup sehat.

Sedangkan di sektor ekonomi digital sebagai keunggulan utama China, Indonesia juga merintis dan melakukan kerja sama e-commerce, fintech dan infrastruktur digital  dengan perusahaan-perusahaan terkemuka China, antara lain ByteDance, Meituan Inc, Alibaba Ant Financial, Jumore, JD.com, Baidu Inc serta Tencent Holdings Ltd.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya