Berita

Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri/Net

Politik

Ragukan Realisasi Kredit UMKM Di Bank BUMN, Faisal Basri: Ada Kanibalisasi Itu, Tolong Diperiksa!

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 14:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) yang disalurkan melalui bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional diragukan realisasinya oleh ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri.

Dia mengungkapkan, kredit UMKM yang sudah disalurkan sejumlah bank BUMN abnormal. Karena menurutnya, mustahil bank-bank BUMN bisa menyalurkan kredit kepada ratusan nasabah dalam kurun waktu yang cukup singkat.

"Coba cek sendiri, percaya enggak BRI dan Mandiri bisa menyalurkan kredit untuk UMKM sebesar Rp 20 triliun dalam waktu sekejap, saya berani jamin itu kanibalisasi. jadi debitur yang lama dilunasi dan ada instrumen baru," kata Faisal dalam talk show CNN Indonesia, Kamis (13/8).


Faisal menduga, pemerintah telah lalai dalam mengimplemntasikan program kredit UMKM ini tepat sasaran. Karena dia melihat pemerintah hanya mementingkan target penyerapan anggaran yang ditargetkan.

"Masa mandiri disuruh menyalurkan kredit BUMN ke UMKM, kan enggak ada kompetensinya. Ya udah, kan yang penting target kan. Nah, kanibalisme itu tolong diperiksa," ungkapnya.

Karena itu, Faisal menilai bahwa penyaluran kredit UMKM untuk korban terdampak Covid-19 ini tidak efektif. Bahkan, dia berani menjamin bahwa realisasi yang sudah tercatat di sejumlah bank BUMN ada persoalan.

"Makanya saya katakan tadi, seolah-olah penyaluran kreditnya meningkat tapi tidak efektif karena itu-itu juga orangnya. Saya berani jamin, taruhan saya penjara, silakan penjarakan saya kalau saya salah. Kanibalisme sudah terjadi. Bukan akan loh!" tuturnya.

"Coba bayangkan kredit UMKM Rp 20 triliun itu berapa ratus ribu UMKM? Hebat banget dalam waktu sebulan dapat nasabah baru 100 ribu nasabah UMKM yang lagi bermasalah covid ini, Nah itu yang saya katakan tidak efisien. Pengeluaran negara banyak tapi tidak efektif. Tolong diperiksa," demikian Faisal Basri.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan realisasi penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 43,5 triliun per 22 Juli 2020. Kredit itu diberikan kepada 518.797 nasabah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya