Berita

Politisi senior, Amien Rais /Net

Politik

Amien Rais: Saya Melihat Pak Jokowi Terbukti Tidak Kompeten Jadi Presiden

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 07:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo diminta untuk turun dari jabatannya secara sukarela karena mempunyai 13 prestasi negatif selama memimpin Indonesia.

Begitu kata politisi senior, Amien Rais saat menyampaikan risalah kebangsaan yang bertema "Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur Atau Terus?" di Restoran Pulau Dia, Jalan Gatoto Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8) kemarin.

Dalam buku yang diterima Kantor Berita Politik RMOL dengan berjudul "Risalah Enteng-Entengan: Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur Atau Terus”, Amien Rais mengurai 13 poin prestasi negatif Presiden Jokowi.


Adapun 13 prestasi negatif Presiden Jokowi di antaranya, bangsa Indonesia dibelah, memberi angin kebangkitan komunisme politik lebensraum China, otoriterisme makin pekat, oligarchi makin subur, tunduk pada mafia taupan dan cukong, nepotisme tanpa etika, ekonomi semain suram.

Selanjutnya, pengelolaan SDA yang terang-terangan menentang Pasal 33 UUD 1945 dan menabrak aturan Perundang-undangan yang ada, pendidikan carut marut, kegagalan reformasi kesehatan dan penanganan Covid-19, menerapkan psikologi ketakutan, dan masa depan Papua Barat dan Papua.

Dari ketiga belas poin tersebut, Amien Rais menyampaikan rekomendasi yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

"Saya berpendapat bahwa 13 butir masalah yang saya bahas secara singkat di atas hakekatnya merupakan pencapaian negatif atau katakanlah, prestasi negatif Jokowi," bunyi paragraf pertama pada rekomendasi Amien Rais.

Menurut Amien Rais, tidak sepantasnya Jokowi mencari kambing hitam buat 6 tahun kegagalannya di hampir semua sektor kehidupan nasional bangsa Indonesia.

"Saya melihat inti permasalahannya (the crux of the problem) adalah pada kegagalan kepemimpinan (leadership failure). Saya melihat Pak Joko Widodo terbukti tidak kompeten menjadi Presiden Republik Indonesia. Bisa dikatakan, sejak tahun pertama Pak Jokowi menjadi Presiden, dia dan sebagian menterinya sudah membawa portofolio of failure," kata Amien Rais.

Selain itu, dari 13 prestasi negatif Jokowi tersebut, Amien Rais mengajukan dua opsi pilihan untuk Jokowi. Pertama, turun atau resign secara sukarela.

"Karena ternyata Pak Jokowi tidak punya kompetensi menjadi Presiden Indonesia di pergantian abad dari milenium dewasa ini. Disertai dengan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, karena Pak Jokowi telah berusaha sesuai kemampuan, namun tidak berhasil," jelas Amien Rais.

Opsi yang kedua ialah, Presiden Jokowi untuk terus, tetapi banting stir kebijakan nasional yang mengarah kepada pembangunan nasional di segala bidang yang benar-benar berasas Pancasila, UUD 1945, melanjutkan tradisi dan perjuangan serta pengorbanan para founding mothers dan founding fathers kita.

"Sebagai Presiden, kalau masih ingin maju terus sampai selesai dengan husnul khatimah pada 2024, mulai upayakan proses saling mendekatkan di antara dua kubu, sehingga dapat menuju persatuan yang bersifat saling merangkul secara ikhlas demi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia. Dus, mutually inclusive," terang Amien Rais.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya