Berita

Kamala Devi Harris/Net

Dahlan Iskan

Kamala Devi

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 05:08 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

DEVI atau Dewi, artinya penjaga negara. Atau juga bisa diartikan dewa wanita. Kamala, artinya bunga teratai, yang punya makna sumber kehidupan.

Kamala Devi bin Harris, 55 tahun, dipilih Joe Biden untuk menjadi calon wakil presidennya. Yakni untuk bersama-sama menjaga negara Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump kalah di Pilpres 3 November depan.

Kamala Devi Harris dicatat sejarah sebagai keturunan Asia pertama yang menjadi Cawapres Amerika. Ibunyi adalah seorang guru besar: Shyamala Gopalan. Dia ahli kanker payudara, kelahiran Chennai, pantai timur India, tiga jam penerbangan dari Medan.


Kamala Devi sekaligus keturunan kulit hitam pertama yang jadi Cawapres. Ayahnyi, Donald Harris, kelahiran Jamaica. Ia seorang guru besar ekonomi di UC Berkeley.

Tapi Kamala Harris di urutan ketiga sebagai wanita yang pernah menjadi Cawapres Amerika.

Dua yang pertama gagal terpilih: Geraldine Ferraro dan anda masih ingat, Sarah Palin.

Kamala Harris rasanya tidak akan gagal. Tidak hanya hasil survei, ahli-ahli taktik-politik sudah meramal Joe Biden akan menang.

Trump seperti kehabisan istilah untuk menjatuhkan nama Kamala Harris. "Dia itu menjijikkan," hanya itu ujar Trump. Sama sekali tidak mengejutkan. Gelar 'menjijikkan' sudah sering diberikan Trump untuk banyak tokoh wanita.

Hillary Clinton ia sebut 'menjijikkan'. Nancy Pelosi ia sebut 'menjijikkan'. Elizabeth Warren ia sebut 'menjijikkan'. Dan banyak lagi.

Trump memang termasuk presiden yang kemampuan kata-katanya terbatas.

Dan Trump juga terkenal dengan ketidakkonsistenannya.

Sekarang ia menyebut Kamala Harris 'menjijikkan'. Tapi pada 2011 Trump menyumbang Kamala Harris 6.000 dolar. Yakni ketika Kamala Devi mencalonkan diri sebagai Jaksa Agung California. Lalu menyumbang lagi saat Kamala maju kembali sebagai calon incumbent jaksa agung.

Di pemilihan jaksa agung yang kedua itu Ivanka Trump, anaknya, juga menyumbang Kamala 2.000 dolar.

Kamala sendiri menyatakan uang dari Trump dan Ivanka itu tidak pernah digunakan. Akhirnya, belakangan, uang itu dia sumbangan ke perjuangan hak-hak pengungsi masyarakat Amerika Tengah.

Meski dilahirkan di Aukland (kota pelabuhan di utara San Fransisco), Kamala sekolah SD di Berkeley, 1,5 jam naik mobil dari Aukland. Ketika umurnyi baru 7 tahun orang tuanyi bercerai.

Kamala dan adiknyi, Maya, ikut ibu mereka ke Kanada. Sang ibu menjadi guru besar di McGill University. Maka Kamala sekolah SMA di Quebec, dekat tempat ibunyi mengajar.

Gelar sarjana politik dan hukum diperoleh Kamala di Washington DC dan UC Hasting di San Fransisco. Kamala pun berkarier di kejaksaan.

Dia terpilih sebagai jaksa distrik. Di sana jaksa itu dipilih langsung oleh rakyat. Kamala lantas ikut pemilihan jaksa di kota besar San Fransisco. Terpilih. Berikutnya ikut pemilihan Jaksa Agung California. Terpilih. Maju lagi terpilih lagi. Sampai 2017.

Tahun itu Kamala menjadi calon anggota Senat dari Dapil California. Pun terpilih. Lalu ikut konvensi calon presiden di Partai Demokrat. Dukungan untuk Kamala sempat tertinggi.  Tapi akhirnya disalip Joe Biden. Kamala pun mengundurkan diri dari pencalonan.

Kamala tidak punya anak. Tapi ia mengasuh dua anak bawaan suaminyi dari perkawinannya terdahulu. Sang suami juga seorang jaksa.

Apakah kerelaan Trump menyumbang Kamala Harris dulu itu bisa menjadi bukti bahwa Trump itu tidak rasis?

Banyak yang menilai sumbangan Trump waktu itu bukan sebagai dukungan kepada keturunan hitam-Asia. Itu dianggap sebagai permainan rolet Trump. Khas pengusaha. Menyumbang dua pihak untuk kepentingannya sendiri.

Tapi apa komentar Kamala sendiri?

"Itu tidak perlu lagi diperdebatkan. Begitu panjang daftar ucapannya. Begitu banyak Twitter-nya. Lihat juga tindakannya sebagai presiden. Jelas sekali Trump itu punya jiwa kebencian. Membeda-bedakan. Jelas sekali semua itu rasis," ujar Kamala.

Kamala belum pernah ke Jamaica, kampung halaman bapaknyi. Tapi dia pernah ke Chennai, tempat kelahiran ibunyi. Yakni setelah sang ibu meninggal. Kamala membawa abu ibunyi itu ke India. Lalu menaburkan abu itu di laut dekat Chennai, di Teluk Benggala.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya