Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Terkejut Biden Pilih Kamala Harris Sebagai Pasangannya, Trump: Dia Mungkin Lebih Jahat Dari 'Pocahontas'

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Joe Biden yang telah secara resmi memilih Kamala Harris sebagai pasangannya untuk melawan petahana dalam kontestasi Pilpres pada November mendatang, sebetulnya telah banyak diduga oleh berbagai pihak, termasuk  rivalnya dari Partai Republik

Namun, Presiden AS Donald Trump tetap saja merasa terkejut dengan pilihan  calon presiden dari Partai Demokrat itu. Trump memandang Harris tidak menghormati mantan wakil presiden selama debatnya di pemilihan terdahulu. Trump mengatakan Harris berbuat jahat kepada Joe Biden dengan komentar-komentarnya.

“Salah satu alasan yang mengejutkan saya, dia mungkin lebih jahat daripada Pocahontas kepada Joe Biden. Dia sangat tidak menghormati Joe Biden dan sulit untuk memilih seseorang yang tidak sopan,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/8).


“Dia mengatakan hal-hal selama debat, selama debat utama Demokrat yang mengerikan tentang Sleepy Joe,”  kenang Trump.

Sleepy Joe (Joe si ngantuk) adalah julukan Donald Trump kepada rivalnya Joe Biden sementara Pocahontas adalah ejekan Donald Trump kepada Senator AS Elizabeth Warren.

Dikutip dari NBC, pada debat utama tahun lalu Kamala Harris dan Joe Biden memang sempat saling sengit tentang rekam jejak Biden soal isu rasisme. Selain itu, Donald Trump juga masih mengingat sikap Kamala Harris yang pernah menyerang Hakim Brett Kavanaugh yang ditunjuk Trump sebagai Hakim Konstitusi.

“Saya tidak akan segera melupakan hal itu,” ucap Trump yang lantas memuji wapresnya, Mike Pence.

Trump juga mengungkit soal rencana Kamala Harris untuk menambah pajak dan mengurangi anggaran militer besar-besaran.

Joe Biden telah mengumumkan memilih Harris yang kini berusia 55 tahun untuk menjadi pendampingnya, pada Selasa (11/8). Ini sekaligus menjadikannya sebagai wanita kulit hitam pertama yang mendapatkan tiket kepresidenan utama dalam sejarah AS dan memberinya pasangan yang cocok untuk melawan Presiden Donald Trump.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya