Berita

Tim penyelamat korban ledakan Beirut/Net

Dunia

Tim Penyelidik Temukan Ruang Bawah Tanah Di Pelabuhan Beirut

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 09:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penyelidikan ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut terus dilakukan, bukan hanya untuk mencari penyebab ledakan, namun juga berusaha menemukan sekitar 60 orang yang masih hilang.

Dari laporkan Sky News, penyelidik menemukan sebuah fasilitas ruang bawah tanah yang tampak seperti labirin. Penemuan tersebut menambah harapan agar orang-orang yang masuk dalam daftar hilang bisa ditemukan dalam keadaan hidup di sana.

Dari jaringan televisi lokal, tim penyelamat dan para penyelidik tampak menggali pintu masuk ruang bawah tanah yang tertutup puing-puing reruntuhan bangunan.


"Mereka tahu bahwa ada labirin ruang bawah tanah di sini. Dan itulah yang menjaga harapan agar kerabat mereka tetap hidup, entah bagaimana orang yang mereka cintai berhasil sampai ke tempat penampungan tersebut," ujar seorang koresponden melansir Anadolu Agency.

Ledakan dahsyat pada Selasa (4/8) di Pelabuhan Beirut sudah merenggut lebih dari 150 nyawa dan 6.000 lainnya terluka.

Hingga saat ini, para pejabat meyakini ledakan tersebut bersumber dari 2.750 amonium nitrat yang disita pada 2013 dan disimpan di hanggar pelabuhan.

Para peneliti menyebut, ledakan tersebut memiliki hasil yang setara dengan 200 hingga 500 ton TNT, mendekati bom nuklir kecil. Maka, tak heran jika gelombang kejutnya membuat ribuan bangunan di Beirut hancur.

Presiden Lebanon Michel Aoun pada Jumat (7/8) mengatakan tidak akan mengesampingkan kelalaian dan akan menghukum para pelaku.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berspekulasi, ledakan tersebut kemungkinan merupakan sebuah serangan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya