Berita

Mantan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng/Net

Dunia

Terjerat Skandal Korupsi Rp 14,6 Triliun, Mantan Menkeu Malaysia Ditangkap

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 13:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin tampak ingin menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus korupsi di negeri Jiran.

Setelah melanjutkan kasus korupsi mantan Perdana Menteri Najib Razak, pihak berwenang Malaysia dilaporkan Bernama telah menangkap mantan Menteri Keuangan Lim Guan Eng pada Kamis (6/8).

Lim ditangkap karena terjerat korupsi proyek terowongan bawah laut Penang senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara dengan RP 14,6 triliun (Rp 14.600/dolar AS).


Penangkapan Lim menyusul penyelidikan selama berbulan-bulan atas kasus korupsi mega proyek terowongan bawah laut yang ia pimpin ketika menjadi menteri utama pada 2008 hingga menjadi menteri keuangan pada 2018.

Komisi anti korupsi Malaysia, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia  (SPRM) menyatakan, Lim akan disidang pada Jumat (7/8) untuk satu dakwaan dan dua lainnya pada pekan depan.

Lim merupakan seorang pemimpin senior oposisi, menggawangi Partai Aksi Demokratik (DAP) yang didominasi Tionghoa Malaysia. Ia menjadi bagian dari koalisi Pakatan Harapan (PH) yang terbelah pada Februari.

Pada 2016, Lim pernah dituding melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Para kritikus menyebut tudingan itu merupakan bagian dari tindakan keras Najib terhadap penentangnya.

Tuduhan tersebut pun dibatalkan setelah Najib digulingkan dalam pemilu 2018 oleh Mahathir Mohammad.

Seperti pada saat itu, menurut para kritikus Muhyiddin, tuduhan yang diberikan pada Lim penuh muatan politik.

Muhyiddin berkuasa lima bulan lalu, setelah runtuhnya koalisi yang dipimpin oleh Mahathir dengan membentuk aliansi dengan partai-partai yang kalah pada pemillu 2018. Pihak oposisi menuduhnya mencuri kekuasaan dengan menggeser aliansi alih-alih mendapatkannya di kotak suara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya