Berita

Aktivis Lingkungan Bella Lack/Net

Dunia

Aktivis Lingkungan Inggris Sebut Virus Corona Adalah Produk Sampingan Dari Tindakan Kejam Manusia Pada Alam

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 11:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang aktivis remaja bernama Bella Lack yang dijuluki 'Greta Thunberg'- nya Inggris mengklaim bahwa  virus corona dan penyakit Zoonosis (penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang ditransmisikan dari hewan ke manusia) lainnya adalah produk sampingan dari menganiaya planet ini.  

Ahli lingkungan dan pembicara Bella Lack yang kini berusia 17 tahun berasal dari South West London. Ia adalah duta pemuda untuk The Born Free Foundation.

Berbicara melalui tautan video, di acara This Morning, remaja itu mengklaim bahwa 'banyak penelitian' telah menunjukkan bahwa virus 'yang berasal dari hewan, seperti sars, mers dan virus corona, memiliki kaitan langsung dengan manusia yang menghancurkan alam dengan kecepatan tinggi.


Ia berpendapat bahwa penyebaran cepat virus yang tidak dikenal 'hanya akan' menjadi lebih ekstrim 'kecuali kita mengatasi dampak yang ditimbulkan manusia terhadap alam. .   

'Semakin kita terus melemahkan alam, semakin kita melemahkan diri kita sendiri.

"Kita sudah punya SARS, kita sudah punya virus corona dan itu hanya akan menjadi lebih ekstrim, kecuali jika kita secara drastis mengurangi seberapa banyak kita berdampak pada alam," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (6/8).

Berbicara tentang bagaimana pekerjaan aktivisnya telah mempengaruhi pendidikannya, dia mengakui itu tidak terlalu baik,  tetapi dia mengaku berhasil melewatinya.

"Tahun ini saya tidak masuk sekolah untuk membuat film dokumenter dan saya akan kembali pada bulan September," ungkapnya.

Bella mulai berkampanye dan menggalang dana sejak usianya masih 11 tahun, setelah terinspirasi oleh sebuah film dokumenter, yang merinci bagaimana produksi minyak sawit membahayakan nyawa Orangutan, hewan yang sangat dekat dengan hatinya.

Dia melanjutkan dengan berargumen bahwa kita harus 'jatuh cinta dengan solusi' dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

“Tentu saja kita merasa cemas ketika kita melihat laporan bahwa kita memiliki sepuluh tahun untuk mencegah bencana perubahan iklim, tetapi ini tidak semuanya tentang pengorbanan. Ini tentang berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Bella kemudian ditanyai apakah produksi plastik sekali pakai selama pandemik seperti APD berdampak negatif pada planet ini.  

"Saya pikir itu pisau bermata dua," jawabnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya