Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad/Net

Politik

Komisi XI: Program PEN Harus Transparan, Jangan Ada Moral Hazard

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 17:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pandemik Covid-19 tak dipungkiri memberikan efek domino di berbagai aspek, mulai dari aspek sosial, kesehatan, hingga ekonomi.

"Pandemik menciptakan krisis kesehatan dengan belum ditemukannya obat, vaksin, dan minimnya alat dan tenaga medis,” kata anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/8).

Dari segi sosial, Covid-19 berdampak pada berhentinya aktifitas yang menyerap tenaga kerja di berbagai sektor termasuk sektor informal. Di sektor ekonomi, konsumsi terganggu, investasi terhambat, ekspor/impor terkontraksi, serta pertumbuhan ekonomi menurun tajam.


Covid-19, kata Kamrussamad, juga mengakibatkan penurunan kinerja sektor riil dan Non Performing Loan (NPL), serta profitabilitas dan solvabilitas perusahaan mengalami tekanan.

Founder KAHMIPreneur ini juga menyampaikan, Covid-19 telah mengancam perekonomian Indonesia baik dari sisi konsumsi mau pun sisi dunia usaha.

Di mana sisi konsumsi dan Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) menurun dari 5,3% menjadi 2,7%, dan investasi mengalami penurunan sebesar 3,3%. Untuk dunia usaha manufaktur, perdagangan, transportasi, akomodasi serta pertanian mengalami penurunan tajam.

“Koreksi pertumbuhan ekonomi pun akan menimbulkan peningkatan pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada meningkatnya masyarakat miskin di Indonesia,” katanya.

Saat ini juga terjadi pelambatan aktifitas ekonomi, penurunan harga minyak dan komoditas, serta penurunan pada insentif perpajakan untuk dunia usaha dan masyarakat. Di sisi lain, terjadi penambahan pada belanja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta penghematan belanja non-prioritas recofusing dan realokasi untuk mendukung penanganan Covid-19.

Oleh karenanya, program PEN yang dilaksanakan pemeritah harus dilakukan dengan prinsip asas keadilan sosial, yakni digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, serta mendukung pelaku usaha.

"Tentunya dengan menerapkan kaidah-kaidah kebijakan yang penuh kehati-hatian, serta tata kelola yang baik, transparan, akseleratif, adil, dan akuntabel, tidak menimbulkan moral hazard, serta adanya pembagian biaya dan risiko antarpemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” bebernya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya