Berita

Situasi Pelabuhan Beirut, Lebanon setelah ledakan/Net

Dunia

Soal Ledakan Dahsyat Di Beirut, Empat Mantan PM Lebanon Minta PBB Bentuk Komite Investigasi Internasional

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 10:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para mantan Perdana Menteri Lebanon menyerukan agar dibentuknya komite investigasi internasional untuk menyelidiki ledakan dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Beirut.

Para mantan PM Lebanon tersebut adalah Najib Mikati, Fouad Siniora, Saad Hariri, dan Tammam Salam. Adapun seruan tersebut mereka tujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Liga Arab, pada Rabu (5/8).

"Perlu untuk meminta PBB atau Liga Arab untuk membentuk komite investigasi internasional yang terdiri dari hakim dan penyelidik yang profesional serta tidak memihak untuk memulai tugasnya dalam mengungkap keadaan dan penyebab bencana yang terjadi di Lebanon," demikian bunyi pernyataan bersama mereka yang dirilis oleh kantor Hariri, melansir CNN.


Seruan mereka kemudian digemakan oleh organisasi-organisasi kemanusiaan, seperti Amnesty Internasional.

"Apa pun yang menyebabkan ledakan, termasuk kemungkinan sejumlah besar amonium nitrat yang disimpan dengan tidak aman, Amnesty International menyerukan agar mekanisme internasional segera dibentuk untuk menyelidiki bagaimana ini terjadi," kata Amnesty International dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Presiden Lebanon Michel Aoun menekankan penyelidikan akan dilakukan secara transparan. Ia juga mengatakan akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, dan menjatuhkan hukuman paling keras.

Otoritas Lebanon telah menyatakan Beirut sebagai "kota bencana" pada Rabu. Keadaan darurat juga diberlakukan selama dua pekan, sementara situasi berkabung dalam tiga hari.

Dari laporan awal, sumber ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat dikarenakan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang nomor 12 pelabuhan.

Peristiwa tersebut membuat sedikitnya 135 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya