Berita

Benih-benih yang didapatkan secara misterius oleh warga Amerika Serikat/Net

Dunia

Warga AS Dapat Kiriman Benih Misterius Dari China, Pihak Berwenang Minta Waspada

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 09:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Warga di 50 negara bagian Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melaporkan mendapat paket benih misterius yang tidak pernah mereka pesan dan tampaknya dikirim dari China.

Beberapa benih misterius tersebut disimpan di kotak surat rumah-rumah warga, memicu kekhawatiran.

Pada Senin (3/8), Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (USDA) AS mendesak warga yang mendapatkan benih tersebut untuk mengirimkannya ke pihak berwenang untuk pengujian.


Menyusul pemberitahuan itu, para pejabat pertanian AS juga telah mengeluarkan peringatan mengerikan untuk tidak menaruh benih di tanah.

Dilaporkan New York Post, seorang pria Arkansas telah menanam benih tersebut sebelum peringatan dikeluarkan. Ia mengatakan tanaman itu menghasilkan buah putih besar dari bunga oranye yang menyerupai labu.

Pada 29 Juli, setidaknya ada 14 spesies tanaman yang diidentifikasi aman, yaitu mustard, kubis dan morning glory, serta tanaman herbal seperti mint, sage, rosemary, dan lavender. Kembang sepatu dan mawar juga ditemukan.

"Ini hanya sebagian dari sampel yang telah kami kumpulkan sejauh ini," kata Wakil Administrator USDA, Osama El-Lissy.

Meskipun spesies yang diidentifikasi sejauh ini tampaknya tidak berbahaya, para ahli mengatakan bahwa menanam benih dari bagian lain dunia dapat menggantikan atau menghancurkan tanaman dan serangga asli, merusak tanaman secara parah atau membawa penyakit.

Pihak berwenang mengatakan, mereka yakin benih tersebut bagian dari penipuan besar-besaran. Di mana pengirim akan mengunggah ulasan pelanggan palsu atas nama penerima untuk meningkatkan penjualan, meski penerima tidak pernah memesannya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya