Berita

Kepala Suku Upper Xingu, Aritana Yawalapiti saat wawancara media/Net

Dunia

Pemimpin Suku Asli Brasil Dan Pencipta Taman Nasional Xingu Aritana Yawalapiti Meninggal Dunia Karena Komplikasi Covid-19

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Suku asli Brasil Upper Xingu kehilangan  pemimpin adat yang mereka segani, Aritana Yawalapiti yang meninggal karena terinfeksi virus corona pada Rabu (5/8).

Kepala suku Aritana Yawalapiti adalah salah satu pemimpin adat paling berpengaruh di Brasil yang memimpin orang-orang Upper Xingu di Brasil tengah dan membantu menciptakan taman adat di sana.

Kematiannya menggarisbawahi ancaman pandemik virus corona yang dihadapi oleh penduduk asli Brasil yang telah menyebar ke komunitas mereka.


Dokter Celso Correia Batista, yang melayani penduduk asli di wilayah Xingu membawa Aritana dalam perjalanan yang memang sangat jauh, yakni kurang lebih 10 jam perjalanan menuju kota kecil Mato Grosso, Canarana, di mana kondisi paru-parunya memburuk, seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/8).

Karena tidak ada ICU dan tidak dapat menemukan dokter yang bersedia mengangkut Aritana melalui udara, Batista memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Goiania.

Aritana (71) dilarikan ke rumah sakit Goiania dua minggu lalu melewati perjalanan jauh yang berisiko dari negara bagian barat Mato Grosso. Sepanjang perjalanan dirinya bernapas dengan bantuan tangki oksigen sampai akhirnya bisa masuk ke unit perawatan intensif.

Namun nasib berkata lain, Aritana akhirnya mnghembuskan napas terakhirnya Rabu kemarin (5/8) waktu setempat. Dia meninggal di rumah sakit karena komplikasi paru-paru yang dideritanya.

Sebagai salah satu pemimpin adat paling tradisional di Brasil Tengah , Aritana memimpin masyarakat Xingu Atas dan merupakan salah satu penutur terakhir bahasa sukunya, Yawalapiti.

Aritana bekerja dengan Villas-Boas bersaudara untuk menciptakan Taman Nasional Xingu, kawasan adat terlindung pertama yang luas di Amazon yang menjadi tempat tinggal 16 suku.

Menurut organisasi payung masyarakat adat terbesar di Brasil, APIB, 631 penduduk asli telah meninggal karena Covid-19 dan sejauh ini ada 22.325 kasus yang dikonfirmasi di masyarakat.

Kementerian Kesehatan melaporkan lebih sedikit 294 kematian di antara penduduk asli dan 16.509 kasus yang dikonfirmasi, karena tidak menghitung penduduk asli yang telah meninggalkan tanah mereka dan pindah ke daerah perkotaan.

Setengah dari 300 suku asli Brasil telah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya