Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Pemerintah RI Sampaikan Duka Mendalam Untuk Rakyat Lebanon, Terus Pantau Situasi Pasca Ledakan Di Beirut

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 15:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sampaikan duka cita dan simpati yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Lebanon atas peristiwa ledakan dahsyat di Beirut.

"Rakyat Indonesia akan senantiasa bersama rakyat Lebanon dalam menghadapi situasi sulit dan kesedihan ini," demikian bunyi keterangan tertulis Kemlu pada Rabu (5/8).

Kemlu juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun sudah melakukan komunikasi dengan Dutabesar RI di Beirut, Hajriyanto Thohari untuk memperoleh informasi mengenai situasi dan keselamatan para WNI.


Hingga saat ini, terdapat satu orang WNI dengan inisial NNE yang menjadi korban luka ringan dalam ledakan dan sudah mendapatkan perawatan, serta kembali ke rumahnya.

Berdasarkan catatan KBRI, jumlah WNI di Lebanon saat ini mencapai 1.447 orang. Sebanyak 1.234 merupakan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL, sedangkan 214 lainnya WNI sipil yang terdiri dari pekerja dan mahasiswa.

Kontingen Garuda yang tergabung dalam UNIFIL FC juga ikut membantu penanganan pasca ledakan termasuk evakuasi korban.

Pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat, sebuah ledakan dahsyat terjadi di pelabuhan Beirut. Guncangan akibat ledakan tersebut setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3 di permukaan tanah.

Laporan awal menunjukkan, sumber ledakan adalah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang dekat pelabuhan. Zat mudah terbakar tersebut menciptakan ledakan hebat karena panas kebakaran yang terjadi di sebuah situs dekat pelabuhan.

CNN melaporkan, sudah ada sedikitnya 80 korban tewas dengan 4.000 lainnya terluka dalam tragedi tersebut. Sementara The Times of Israel menyebut, jumlah korban jiwa sudah mencapai sedikitnya 100 orang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya