Berita

Unggahan Abhayraj di Twitter soal protes tentang motornya kepada dealer/Net

Dunia

Pria India Protes Motor Barunya Sering Ngadat, Nekat Bawa Keledai Ke Dealer Sebagai Sindiran Keras

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL Jika seekor keledai bisa berfungsi lebih baik dari kendaraan roda dua, maka untuk apa orang-orang membeli motor. Mungkin begitu yang ada dalam benak pria asal India yang sedang kesal dengan salah satu produsen motor di negeri itu.
 
Abhayraj Singh, nekat membawa dua ekor keledai ke depan dealer motor Jawa di Udaipur pekan lalu sebagai aksi protes dan sindiran pedas. Pasalnya motor yang baru dia beli empat bulan lalu dari dealer itu sering sekali ngadat.

Abhayraj menganggap bahwa dua keledai tersebut bisa berfungsi lebih baik daripada motornya yang kerap mogok.


Lewat akun Twitter pribadinya, Abhayraj menuliskan bahwa motor berjenis Jawa 42 itu ia beli selama beberapa bulan namun kerap ngadat.

"Motor keledai ini tak bagus dalam hal apa pun, begitu juga pembuatnya. Jangan beli Jawa, saya membuang uang saya dan tak ingin ada orang yang melakukan hal serupa. Ayo, bergabung dengan protes terhadap sampah ini di Udaipur," tulisnya melalui Twitter, seperti dikutip dari Rideapart, Selasa (4/8).

"Lihat, motor baru Jawa 42 milik saya yang telah mogok tiga kali dalam waktu kurang dari 8 bulan. Saya sempat komplain ke perusahaan namun tak ada tanggapan," lanjutnya.

"Ini membuat orang berekonomi kelas menengah seperti saya patah hati dan kecewa terlah membeli motor ini!"

Dia juga menandai Anand Mahindra pada tweetnya. Mahindra adalah pemilik Mahindra Group yang merupakan induk perusahaan motor Jawa, serta Ashish Joshi, pemimpin perusahaan motor klasik legendaris.

Dikabarkan saat ini protesnya telah mendapat tanggapan.

"Hai Abhayraj, tolong bagikan nomor pemesanan motor dan detail dari dealer. Tim kami akan mencoba mengatasi masalah ini. Salam hangat, tim Jawa," tulis akun @jawamotorcycles.

Tak lama, tweet Abhayraj itu pun sudah tidak nampak lagi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya