Berita

Ledakan di Beirut, Selasa 4 Agustus 2020/Net

Dunia

AS Siap Bantu Lebanon, Trump Menduga Ledakan Itu Karena Bom

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Donald Trump turut menanggapi insiden ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon. Ia mengatakan kejadian itu sebagai sebuah serangan yang mengerikan.

Trump menduga ada serangan bom di belakang insiden ledakan besar yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8). Hal itu bertentangan dengan penjelasan pejabat Lebanon sebelumnya yang mengatakan bahwa kejadian itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita.

Penyebab pasti ledakan itu sendiri belum jelas. Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengatakan insiden ledakan itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita dari sebuah kapal beberapa tahun yang lalu. Menteri Dalam Negeri Lebanon juga mendukung penjelasan itu, dengan mengatakan bahan itu adalah amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan sejak 2014.


Trump mengungkap penjelasan yang lebih mengancam di balik insiden ledakan itu. Mengutip briefing oleh militer AS, orang nomor satu di AS berpendapat bahwa ledakan itu disebabkan oleh bom.

“Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa itu adalah sebuah serangan,” kata Trump menjawab pertanyaan seorang reporter di briefing Virus Corona Gedung Putih.

“Ini bukan semacam acara manufaktur-ledakan. Sepertinya, menurut mereka -mereka akan tahu lebih baik daripada saya- tampaknya berpikir itu adalah serangan. Semacam bom,” ungkapnya seperti dikutip dari Politico, Rabu (5/8).

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Meskipun para pejabat Lebanon tidak mengatakan apakah peledakan itu disengaja, Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa siapa pun yang berada di balik insiden itu akan dimintai pertanggungjawaban.

Trump membuka pengarahan hariannya yang menyatakan belasungkawa kepada mereka yang terkena dampak ledakan itu dan mengatakan Amerika Serikat akan siap membantu Lebanon.

“Doa kami ditujukan kepada semua korban dan keluarga mereka. Amerika Serikat siap membantu Lebanon. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan rakyat Lebanon dan kami akan ada di sana untuk membantu. Itu adalah serangan yang mengerikan,” kata Trump.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya