Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an/RMOL

Politik

Kemarahan Jokowi Pada Menterinya Sinyal Kuat Bakal Ada Perombakan Kabinet

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 04:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo kembali meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Sebabnya, para anak buahnya sampai saat ini belum mampu mengendalikan lojakan kasus virus corona baru (Covid-19) dan mengantisipasi dampak ekonomi imbas pandemik itu.

Saat membuka Rapat Terpatas Senin (3/8) lalu itu, Jokowi terang-terangan menginginkan anak buahnya lebih lincah dan lebih cepat.


Ia mengaku kecewa karena di saat negara menghadapai situasi krisis, para menterinya terkesan tidak tahu prioritas dan sepertinya hanya menjalankan aktivitas harian.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an memiliki tafsir dari pernyataan politik Jokowi saat memimpin Ratas dengan menteri dan beberapa pimpinan lembaga itu.

Ali Rif'an menengarai kemarahan Jokowi yang berulang kali itu karena benar-benar kecewa dengan kinerja anak buahnya. Jokowi melihat instruksinya saat disampaikan pekan lalu belum dilaksanakan dengan baik.

"Marahnya Presiden Jokowi sinyal kuat bahwa dia masih kecewa dg kinerja para pembantunya. Artinya, peringatan yg diberikan beberapa pekan lalu tdk mampu dijalankan para menteri dg baik," demikian pendapat politik Ali RIf'an saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu dini hari (5/8).

Ali Rif'an pun berpendapat, jalan keluar kondisi lemahnya kinerja para menteri adalah perombakan kabinet.

Dalam pandangan eks Manajer riset Poltracking Indonesia ini, Jokowi harus segera mencari pengganti yang memiliki kecerdasan, responsif menghadapi krisis yang diakibatkan bencana non alam seperti saat ini. 

"Tentu solusi atas semua itu adalah reshuffle. Namun perlu dicatat, dalam reshuffle, Jokowi harus memastikan menteri pengganti adalah sosok yang cerdas, responsif terhadap perubahan (khususnya di era  pandemik). Bahkan sebaiknya, pilih para profesional muda yang punya experience penanganan massa," demikian analisa Magister Politik Universitas Indonesia ini.

Ali Rif'an bahkan mengusulkan format perombakan yang harus dilakukan Jokowi menjelang satu tahun pemerintahnnya. Ali Rif'an meminta Jokowi mengakomodir kalangan profesional muda yang berasal dari ormas terbesar seperi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

"Profesional muda NU dan Muhamadiyah perlu juga diakomodir. Dua ormas besar tersebut belakangan ini berteriak lantang karena merasa punya stok SDM berlimpah namun tak masuk kabinet. Sebaiknya reshuffle dilakukan sebelum tgl 20 agustus," demikian usulan Ali Rif'an.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya