Berita

Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, Arifin Junaidi/Net

Politik

LP Maarif NU Pertimbangkan Kembali Gabung POP Kemendikbud Dengan Syarat

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 20:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika ingin menggandeng kembali Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama ke dalam Program Organisasi Penggerak (POP).

Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, Arifin Junaidi menyampaikan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk masuk ke POP bila Kemendikbud besedia mengubah konsep POP yang saat ini dinilai belum jelas.

“LP Maarif NU meminta kepada Kemendikbud untuk mematangkan konsep dan menunda pelaksanaannya di tahun depan. Kami mempertimbangkan bergabung tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP,” kata Arifin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/8).


Namun bila Kemendikbud tetap memaksakan POP berjalan tahun ini, maka kembalinya LP Maarif NU akan mustahil terjadi.

Untuk saat ini, ia meminta kepada Kementerian di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim untuk sejera mencabut nama LP Maarif NU dari daftar pemerima POP Kemendikbud. Sebab dengan atau tanpa POP Kemendikbu, LP Maarif NU tetap menjalankan amanah untuk memberikan edukasi pendidikan kepada guru dan sekolah.

“Maka, LP Maarif NU meminta kepada Kemendikbud untuk tidak mencantumkan LP Maarif NU dalam daftar pemerima POP,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya