Berita

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim/Net

Politik

Tidak Paham Masalah Pendidikan, Abdul Hamid Rekomendasikan Nadiem Makarim Dicopot

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Program Organisasi Penggerak (POP) dalam rangka peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan-pelatihan sangat bagus ide dasarnya. Namun sayang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim gagal untuk membaca akar persoalannya.

Begitu pandangan Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid terkait polemik POP Kemendikbud kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (1/8).

“Persoalannya adalah kegagalan Nadiem membaca akar persoalan, sehingga gagal pula dalam memilih problem solving. Jadi mas menteri hanya bisa memotret masalah pendidikan pada satu sisi dan itu permukaan, tanpa mencoba memperdalam akar persoalan,” kata Abdul Hamid.


Seharusnya, sambung dia, Nadiem duduk bersama atau mendatangi organisasi-organisasi yang sudah puluhan tahun bahkan sebelum Indonesia merdeka sudah berjuang untuk dunia pendidikan semisal Muhammadiyah dan NU juga PGRI yang menjadi induk organisasi para guru.

“Memilih Tanoto dan Sampoerna Fondation sebagai bagian dari penerima program adalah contoh nyata gagal faham mas menteri,” tekan Abdul Hamid.

Untuk itu, menurutnya, polemik POP hanya bagian dari bingkai kecil bahwa Nadiem tak mengerti akar persoalan pendidikan lantaran hanya melihat persoalan hanya dipermukaan saja.

“Contoh lainnya adalah kebijakan program belajar daring yang tanpa melihat kesiapan dan kemampuan sekolah, peserta didik dan orang tua yang berbeda-beda ditiap daerah,” ujarnya.

Sehingga, hemat Abdul Hamid, jika Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet sebaiknya Mendikbud Nadiem Makarim adalah orang yang masuk dalam rencana kocok ulang kabinet.

“Baiknya menteri pendidikan adalah termasuk bagian dari hal itu,” tandas Abdul Hamid.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya