Berita

Keluarga besar Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Akhyar Nasution Ikut Dirayu, Perkuat Tanda Jokowi Ingin Bangun Kerajaan Baru

KAMIS, 30 JULI 2020 | 10:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo seperti sedang membentuk kerajaan politik baru di periode kedua. Pendapat ini disampaikan pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam merespon adanya pengakuan dari mantan politisi PDIP, Akhyar Nasution yang diiming-imingi jabatan jika melaksanakan perintah untuk tidak maju di Pilkada Medan 2020.

“Rayuan istana kepada Akhyar Nasution agar tidak maju dalam Pilkada Medan, seakan menunjukkan Jokowi sedang ingin membentuk the new political dynastic order atau tata dinasti politik baru yang berasal dari keluarganya," ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (30/7).

Hal tersebut semakin menguat, kata Saiful, setelah Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo juga sempat viral karena disebut mendapatkan penawaran jabatan jika mau mundur dari kontestasi Pilkada Kota Solo 2020.


Dalam hal ini, Achmad Purnomo seolah harus merelakan diri agar putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju tanpa lawan di Pilkada Solo.

"Jelas menurut saya, Jokowi di periode kedua ini, seperti ingin membentuk kerajaan politik baru, yang mencoba mempengaruhi orang lain agar tidak maju melawan keluarganya yang berpeluang ikut dalam kontestasi pilkada," jelas Saiful.

Bahkan sambung Saiful, Jokowi juga terlihat sedang bermain-main dengan jabatannya yang terakhir sebagai Presiden ini dengan pola yang baru terungkap ke publik.

"Jokowi saya lihat sedang ingin bermain-main dengan jabatannya, dengan pola mengiming-imingi jabatan kepada calon kuat yang berpotensi menang melawan sanak familynya," pungkas Saiful.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya