Berita

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat mengumumkan putusan PK Djoko Tjandra/Net

Hukum

Humas PN Jaksel: PK Djoko Tjandra Sudah Final, Bukan Ditolak Tapi Tidak Diterima

RABU, 29 JULI 2020 | 22:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Putusan mengenai pengajuan Peninjauan Kembali yang diajukan buronan kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra telah keluar.

Humas PN Jakarta Selatan, Suharno mengatakan, berdasarkan putusan bernomor 12/Pid/PK/2020/PN.Jkt.Sel., PK yang diajukan Djoko Tjandra tidak diterima seluruhnya.

"Jadi perlu digarisbawahi, putusannya bukan ditolak tapi tidak dapat diterima seluruh berkas perkara. Karena pengertian ditolak dan tidak diterima itu berbeda," kata Suharno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/7).


Ia mengurai, konsideran atau pertimbangan PN Jaksel mengacu pada surat edaran  Mahkamah Agung (Sema) 1/2012 dan Juncto Sema 7/2014.

Pihaknya juga mengaku sudah meneruskan hasil putusan tersebut, baik kepada pemohon yakni Djoko Tjandra maupun kuasa hukumnya, serta kepada Jaksa.

"Dalam hal ini permohonan PK tersebut sudah selesai atau final. Kita ketahui semua, ini sudah menjadi perhatian masyarakat, alhamdulillah bisa diselesaikan dengan cepat," tegasnya.

Dalam amar putusannya, salah satu pertimbangan dalam memutuskan permohonan PK Djoko Tjandra mengacu pada Sema 01/2012 tentang pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali, di mana dalam perkara pidana hanya dapat diajukan oleh terpidana sendiri atau ahli warisnya.

Dijelaskan, permintaan PK yang diajukan oleh kuasa hukum terpidana tanpa dihadiri terpidana harus dinyatakan tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke MA.

"Selama proses persidangan, pemohon/terpidana Joko Soegiarto Tjandra tidak pernah hadir, maka terhadap PK yang diajukan oleh terpidana Joko Soegiarto Tjandra harus dinyatakan tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke MA," bunyi pertimbangan dalam putusan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya