Berita

Kantor Pusat Dunia Kodak di Rochester, NY/Net

Dunia

Merdeka Dari Ketergantungan Obat China Dan India, Amerika Beri Suntikan Dana 765 Juta Dolar Kepada Perusahaan Kodak

RABU, 29 JULI 2020 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Eastman Kodak Co atau KODK.N  akan mendapatkan suntikan dana sebesar 765 juta dolar AS dari pemerintah Amerika untuk memproduksi bahan-bahan farmasi di negara itu,  hal ini untuk membantu mengurangi ketergantungan pada negara lain dengan memperkuat rantai pasokan domestik.

US International Development Finance Corp mengatakan pada hari Selasa (28/7) bahwa mereka akan menandatangani surat minat untuk memberikan pinjaman kepada Kodak, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan produk kamera dan percetakan.

Pemerintahan Trump telah berusaha meningkatkan kemampuan AS untuk memproduksi obat-obatan dan bahan bakunya, setelah pandemik Covid-19 membuka tabir ketergantungan industri farmasi AS pada China dan India untuk rantai pasokannya.


"Ini adalah awal kemerdekaan Amerika dari ketergantungan obat-obatan kami pada negara-negara asing," kata penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro dalam sebuah wawancara dengan jaringan Fox Business, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/7).

Pada bulan Mei, pemerintah memberikan kontrak senilai hingga 812 juta dolar bagi perusahaan AS baru untuk memproduksi obat-obatan dan bahan obat di negara ini.

Kodak yang berbasis di New York, yang didirikan pada 1888, memiliki kapitalisasi pasar sebesar 114,6 juta dolar AS. Pinjaman ini akan memungkinkannya untuk meluncurkan Kodak Pharmaceuticals, cabang baru perusahaan yang akan menghasilkan komponen-komponen farmasi yang penting.

Kodak, yang memiliki sejarah panjang dalam pembuatan bahan kimia yang digunakan dalam film fotografi, saat ini telah melebarkan sayapnya untuk  mendukung swasembada Amerika dalam memproduksi bahan-bahan utama farmasi.

"Ketika upaya ini berhasil,  25 persen dari (bahan aktif farmasi) untuk obat generik yang kita butuhkan di Amerika Serikat akan kita dapatkan di fasilitas itu," kata Navarro.

Laporan dari Market Watch menyebutkan, suntikan dana 765 juta dolar itu membuat saham perusahaan kamera ternama itu melonjak.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya