Berita

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Indonesia Disebut Jokowi Masuk Kelompok Negara Tercepat Pulihkan Ekonomi, PKS: Optimis Boleh, Tapi Fakta Di Lapangan?

SELASA, 28 JULI 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut Indonesia masuk kategori negara tercepat dalam pemulihan ekonomi usai krisis akibat pandemik Covid-19 merupakan sikap optimisme yang tidak menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Begitu kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (28/7).

"Optimis boleh, tapi fakta di lapangan berat. Proyeksi lembaga internasional jangan meninabobokan, kondisi ekonomi kita berat. Defisit transaksi dan neraca perdagangan sangat berat," kata Mardani Ali Sera.


"Optimis mesti didasari kemampuan dan sumber daya kita," imbuhnya.

Apalagi, sambungnya, kemampuan untuk menciptakan pemerintahan yang baik saja masih dirasa sulit diwujudkan. Belum lagi persoalan lainnya yang justru memperlambat laju ekonomi. Sebab, krisis akibat pandemik Covid-19 ini berbeda dari krisis yang pernah dihadapi Indonesia sebelumnya.

"Kita punya masalah dengan kualitas institusi kita yang masih jauh dari good governance dan governability yang berkinerja. Sumber daya kita yang diekspor masih mayoritas raw material," tuturnya.

"Proyeksi dan intervensi asing sudah membuat kita menderita dalam krisis 1998," demikian Mardani Ali Sera.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya