Berita

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Menko Luhut: Saya Berharap Kita Kompak Dan Tidak Boleh Saling Menyalahkan

SELASA, 28 JULI 2020 | 05:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Program dukungan pembiayaan untuk pemerintah daerah (Pemda) dan penempatan dana pemerintah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai wujud komitmen dari pemerintah pusat dalam mendorong pemulihan kondisi perekonomian yang terdampak pandemik Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian lerjasama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) tentang Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta pada Senin (27/7).

“Covid-19 ini berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan asli daerah sehingga mengganggu keuangan dan rencana belanja daerah. Oleh karena itu, pemerintah pusat memberikan fasilitas pinjaman daerah untuk membantu hal tersebut,” ujar Menko Luhut.


Guna mendukung program pembiayaan pemda dan penempatan dana pemerintah di BPD ini, menko dua periode ini menyebutkan bahwa total anggaran yang disalurkan oleh pemerintah pusat sebanyak Rp 15 triliun.

“Selain fasilitas pinjaman daerah, pemerintah pusat akan melakukan penempatan dana di 7 BPD senilai Rp 11,5 triliun. Dan sekarang terlihat berjalan dengan baik dan seterusnya ke bawah. Dengan adanya penempatan dana di BPD ini, diharapkan penyaluran kredit BPD tersebut dapat lebih banyak, sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi di daerah,” jelasnya.

Luhut juga menjelaskan perihal rencana pemerintah pusat yang dalam minggu ini akan meluncurkan program penjaminan pinjaman untuk sektor korporasi non-UMKM dan non-BUMN.

“Hal ini juga untuk membantu perusahaan-perusahaan yang terdampak Covid-19 untuk menjaga kelangsungan usaha dan mencegah PHK,” tambahnya.

Dengan berbagai program pemulihan ekonomi di atas, ditambah yang sebelumnya sudah diluncurkan seperti program bantuan sosial (Bansos), penjaminan modal kerja untuk UMKM dan subsidi bunga pinjaman UMKM.

“Saya berharap pelaksanaan program-program tersebut dapat dilakukan secara cepat dengan kualitas implementasi yang baik sehingga kita bisa menjaga laju pertumbuhan ekonomi tidak negatif, dan membantu penanganan kemiskinan serta pengangguran,” tegasnya.

Dia menyampaikan sebuah analisa bahwa Jerman adalah negara yang paling cepat menangani Covid-19 karena negara tersebut telah melakukan sinergi yang sangat terpadu.

“Negara-negara seperti Jerman, Taiwan dan Rusia dikategorikan sebagai negara yang paling cepat bisa pulih dari keadaan ini. Oleh karena itu, saya berharap agar kita kompak. Kita padu, terintegrasi menyelesaikan masalah ini dan tidak boleh ada salah-menyalahkan," ucapnya.

"Kalau ada kekurangan dari satu tempat atau teman, kita harus saling memperbaiki. Tidak dalam suasana untuk merasa siapa yang paling baik dalam konteks ini,” pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya