Berita

Almarhum Yodi Prabowo/Net

Hukum

Sabtu Kelabu Usai Polda Metro Ungkap Yodi Prabowo Bunuh Diri

SABTU, 25 JULI 2020 | 18:23 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Dua minggu lamanya jajaran Polda Metro Jaya membutuhkan waktu untuk menyelidiki kasus tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo. Sedikitnya 34 orang saksi sudah diperiksa.

Dan hasil penyelidikan itu hasilnya sangat mengejutkan. Yodi diduga kuat tewas dengan cara bunuh diri dengan menggunakan pisau yang dibelinya dari Toko Ace Hardware Rempoa.

Dalam jumpa persnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa ditemukan sebilah pisau di bawah jenazah Yodi.


Dengan ditemukannya pisau di bawah tubuh jenazah, penyidik menduga kuat pisau itulah yang digunakan untuk melukai korban.

Kemudian penyidik melakukan penelusuran dari mana pisau ini. Ternyata dibeli oleh Yodi dari Toko Ace Hardware Rempoa

Saat membeli pisau tersebut, ungkap Ade, kejadian itu tertangkap di CCTV, dan pakaian yang digunakan Yodi sama dengan jenazah saat ditemukan.

"Jadi pisau yang ditemukan, dibeli sendiri oleh korban, dengan bukti CCTV di toko tersebut," terang Ade.

Ade juga menjelaskan bahwa dalam satu minggu terakhir, hanya ada satu pisau yang laku di toko tersebut.

Lalu dicek CCTV, kemudian didapatkan fakta bahwa yang membeli pisau itu adalah korban sendiri.

"Di TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan rambut, dan setelah dicek rambut ini milik korban," kata Ade Ade.

Dari olah TKP, lanjut Ade, TKP dalam keadaan rapi dengan arti tidak ada tanda-tanda perkelahian di TKP.

Dan dari pemeriksaan saksi pun tidak mendengar ada perkelahian.

Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan lagi bahwa tidak terdapat luka lain selain luka di dada dan di leher, baik lecet ataupun benda tumpul.

Jenazah yang diperiksa, diperkirakan meninggal 2-3 hari sebelum pemeriksaan. Korban meninggal dunia pada tanggal 10 Juli 2020. Polisi juga tidak menemukan sidik jari orang lain di TKP.

Apa yang bisa diulas dari hasil penyelidikan polisi ini?

Jika polisi tidak menemukan asal muasal pisau itu, terutama jika polisi tidak mendapatkan bukti rekaman CCTV saat Yodi membeli pisau itu dan jika polisi tidak memiliki alat bukti berupa nota pembelian pisau itu dari Toko Ace Hardware, maka dugaan bahwa Yodi Prabowo bunuh diri akan sangat sulit untuk diterima.

Permasalahannya adalah Yodi membeli pisau itu, di hari yang sama saat ia diperkirakan tewas.

Jadi, dengan kata lain, dapat dibuat urut-urutan bahwa Yodi pergi ke Toko Ace Hardware Rempoa untuk membeli pisau. Kemudian di hari yang sama yaitu menjelang tengah malam ia membunuh dirinya.

Sebab kejadian bunuh diri diperkirakan jam 12 malam.

Ia ditemukan tewas mengenakan pakaian yang sama persis dengan pakaian yang dipakainya saat membeli pisau di Toko Ace Hardware Rempoa.

Kata kunci dari misteri kematian Yodi terletak pada rekaman CCTV dan nota pembelian pisau di Toko Ace Hardware Rempoa, pada hari yang sama dengan Yodi melakukan aksi bunuh diri mengenakan pakaian yang sama persis.

Kalangan media sempat berasumsi bahwa Yodi tewas dibunuh.

"Oh, alangkah teganya, membunuh seorang wartawan dengan cara sekeji itu," begitu ungkapan sejumlah wartawan.

Lantas sebagian menduga, apakah ia dibunuh karena faktor pemberitaan yang diliput atau dibuatnya.

Dua minggu, kalangan media nasional bertanya-tanya. Dan hari ini seakan menjadi hari yang sangat kelabu.

Terasa pilu di dasar hati, saat membayangkan Yodi mengakhiri hidupnya dengan cara setragis seperti itu, sesuai hasil penyelidikan polisi.

Tapi hasil kerja kepolisian tetap harus diapresiasi, yaitu Tim Gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan.

Beristirahatlah dengan tenang di pangkuan ilahi, Yodi Prabowo.

Sepanjang hidupmu, darah yang mengalir dalam dirimu adalah darah wartawan.

Dunia yang kau geluti adalah dunia kewartawanan.

Sebuah profesi yang kau pilih untuk diemban semasa hidupmu, adalah profesi yang sama dengan diri kami, para wartawan di Indonesia dan di dunia.

Kita pasti sama-sama bangga mengemban profesi sebagai wartawan itu kan, Yodi.

Apapun hasil penyelidikan polisi hari ini terkait kematianmu, tetap tak akan mengubah respek dan rasa dukacita kami sebagai teman seprofesimu sebagai sesama wartawan.

Doa pun tak putus kami kirimkan untukmu.

Rest In Peace In Heaven, Dear Friend Yodi Prabowo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya