Berita

Gubernur Jabar saat meninjau lokasi eks tambang pasir/RMOLJabar

Nusantara

Eks Lahan Tambang Pasir Di Jabar Akan Diubah Jadi Kawasan Wisata

SABTU, 25 JULI 2020 | 16:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau lahan bekas pertambangan pasir silika milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Desa Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Lokasi tambang telah habis masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kini akan diubah jadi kawasan pariwisata dan pengembangan agrikultur.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJabar, kondisi lahan seluas 85 hektare kini mulai produktif dengan vegetasi dan pepohonan lebat. Hanya sebagian kecil saja bebatuan sisa tambang yang dibiarkan untuk keperluan penelitian.

“Ini bisa jadi sebuah percontohan, sejak tahun 2010 sampai sekarang kita bisa lihat sebelum dan sesudahnya. Dulunya penuh bebatuan seperti di planet mars, tadi saya putar-putar sudah tidak keliatan hanya sekian persen ada bekas pertambangannya memang sengaja dibiarkan untuk penelitian,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Sabtu (25/7) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.


Emil menekankan bahwa pemanfaatan lahan bekas tambang harus memiliki tiga nilai yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi.

“Saya titip bahwa harus punya tiga nilai, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Kalau hanya lingkungan sosial saja tapi ekonominya tidak ada, tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia pun meminta PT SBI segera mempresentasikan rencana pengembangan lahan bekas tambang lengkap dengan proyeksi bisnisnya. Apabila berhasil dalam tiga sampai lima tahun, Emil yakin kawasan ini akan menjadi percontohan pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi berdaya guna dan ramah lingkungan.

“Saya minta tahun ini dipresentasikan rencana membuat kawasan ini punya nilai tambah untuk masyarakat setempat. Apakah pariwisata atau pertanian yang tangguh dari disrupsi Covid-19 dan bernilai ekonomi seperti jahe merah. Kalau berhasil ini akan menjadi contoh terbaik dari sebelumnya area tambang menjadi lebih berdaya guna dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemprov Jabar, kata Emil, pihaknya akan mempertemukan PT SBI dengan stakeholders lain yang lebih paham mengelola ekonomi pariwisata skala besar.

Menurutnya, pemanfaatan kawasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak tapi harus menggandeng pihak yang lebih berpengalaman.

“Nanti saya akan carikan orang-orang yang paham dalam mengelola ekonomi pariwisata berskala besar. Jadi saya sarankan jangan dikelola sendiri tapi mengajak berpartner,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan meneliti produk pertanian yang cocok ditanam di ketinggian dan jenis tanah di lahan tersebut serta bernilai ekonomi tinggi di pasaran.

“Kita akan teliti produk pertanian apa yang laku di pasaran apakah jahe merah tapi apakah cocok dengan ketinggian dan tanah di sini nanti akan kita teliti, sehingga nanti masyarakat sekitar bisa turut berpartisipasi,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya