Berita

Menteri Pendidikan Kebudayaan Nadiem Makarim/Net

Politik

KAM: Hubungan Presiden Jokowi Dengan Ormas Keagamaan Bisa Rusak Karena Nadiem

SABTU, 25 JULI 2020 | 03:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tidak kunjung menunjukkan kontribusi yang berarti dalam memajukan dunia pendidikan. Bahkan, seperti menciptakan keributan dan kerusuhan di dunia pendidikan blakangan ini.

Kordinator Nasional Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM), Amirullah Hidayat mengingatkan Nadiem untuk lebih serius menjadi menteri. Kata dia, mengelola lembaga negara berbeda dengan tata kelola korporasi.

"Nadiem mengelola pendidikan seperti mengelola perusahan online dibuatnya, apakah ini karena latar belakang beliau seorang pengusaha transportasi online yaitu Gojek?" ujar Amirullah kepada wartawan, Jumat (25/7).   


Kata Amirullah, jika diperhatikan dengan seksama maka Nadiem Makarim sejak jadi mendikbud tidak menghadirkan satu prestasi yang cukup membanggakan.  

"Justru yang terjadi sering kali memunculkan kebijakan kontroversial yang menyebabkan perdebatan publik seperti lolosnya dua yayasan yang terafiliasi ke perusahaan besar yaitu Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation dalam seleksi program organisasi penggerak (POP)," bebernya.

Bahkan, akibat keputusannya itu kemudian Nahdlatul Ulama, MUhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kompak meninggalkan POP Kemendikbud.

"Kebijakan ini membuat banyak pihak yang tersinggung, seperti Muhammadiyah dan Nadhatul Ulama, yang merasa terhina akibat kebijakan tersebut. Karena Muhamamdiyah dan NU disamakan dengan organisasi pendidikan yang dibiayai CSR perusahaannya sendiri," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Untuk menghindari kontroversi-kontroversi lain di kemudian hari, Amierullah menilai sudah saatnya Presiden Jokowi mencari figur baru untuk membangun dunia pendidikan nasional.

"Maka kita meminta Presiden Jokowi untuk Mencopot Nadiem Makarim, masih banyak tokoh berlatar belakang pendidikan yang mampu menjadi Mendikbud," tegasnya.

"Sebab kalau Nadiem Makarim dipertahankan, bisa membuat hubungan Presiden dengan ormas keagamaan akan rusak," demikian Amirullah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya