Berita

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Jakarta Pusat (PB SEMMI) menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta meminta Kasus Djoko Tjandra dibahas di RDP/Istimewa

Politik

Demo Gedung DPR, Mahasiswa Desak Kasus Djoko Tjandra Dibawa Ke RDP

JUMAT, 24 JULI 2020 | 17:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Jakarta Pusat (PB SEMMI) melakukan aksi demo di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/7).

Dengan membawa sejumlah atribut spanduk, massa meminta Komisi III DPR segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama institusi Polri, Jaksa Agung hingga pihak imigrasi terkait polemik kasus buronan Kejaksaan Agung, Djoko Tjandra.

"Lanjutkan pembahasan kasus Djoko Tjandra dalam RDP Komisi III DPR RI," kata Ketua SEMMI Jakarta Pusat, Senanatha dalam keterangannya.


Ia kemudian menyoroti keputusan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin beberapa waktu lalu yang menolak menandatangani surat izin RDP antara Komisi III bersama Kabareskrim Mabes Polri, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) dan Dirjen Imigrasi.

"Penolakan RDP yang membahas kasus Dioko Tjandra membuat masyarakat bingung akan kepastian hukum Djoko Tjandra," jelasnya.

Alasan Aziz Syamsuddin tidak menandatangani persetujuan RDP Komisi IIl dengan gabungan aparat penegak hukum adalah benar secara normatif karena melanggar tata tertib DPR Pasal 1, angka 13 dan Pasal 13 huruf I yang menyatakan bahwa reses merupakan kewajiban DPR untuk menyerap atau menghimpun aspirasi masyarakat melalui kunjungan kerja.

Hanya saja, kata dia, secara faktual tidak bisa dijadikan alasan karena permasalahan ini juga sudah masuk dalam kategori urgent.

Atas dasar itu, massa pun meminta kepada lembaga terkait untuk mengusut dugaan keterlibatan pejabat negara di luar institusi Polri, khususnya anggota DPR RI terkait buronan Djoko Tjandra.

"Kami juga mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk memberikan sanksi tegas kepada Aziz karena diduga menghalangi proses penyelidikan dalam rapat gabungan Komisi III dan aparat," tegas Senanatha.

Massa juga meminta kepada Partai Golkar sebagai partai yang menaungi Aziz Syamsuddin turut bersikap. Aziz sendiri saat ini sudah dilaporkan ke MKD oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) lantaran diduga melanggar kode etik.

"Kami juga mendukung DPR RI beserta aparat hukum gabungan untuk menangkap semua oknum yang terlibat tanpa pandang bulu," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya