Berita

Koordinator MAKI Boyamin Saiman/Repro

Politik

MAKI Tantang Presiden Jokowi Cabut Kewarganegaraan Buronan Djoko Tjandra

KAMIS, 23 JULI 2020 | 18:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menantang Presiden Joko Widodo untuk mencabut status WNI Djoko Tjandra. Hal ini dianggap penting untuk menghilangkan isu-isu bahwa Djoko sudah bertemu Presiden Jokowi di Papua Nugini.

“ Nah, yang berhak mencabut adalah Menkumham dengan ditandatangani Presiden. Sebaliknya, jika tidak dicabut, ada sesuatu yang lain dan menjadi pertanyaan,” kata Boyamin dalam sarasehan kebangsaan virtual bertajuk “Balada Djoko Tjandra:Puncak Gunung Es Penegakan Hukum Indonesia” Kamis (23/7).

Di sisi lain, jika status kewarganegaraan Indonesia Djoko Tjandra belum dicabut, maka buronan Kejaksaan Agung itu bisa membuat dokumen seperti KTP elektronik, paspor dan pengajuan red notice.


Akan lebih fatal lagi, tambah Boyamin, selama kewarganegaraan belum dicabut, Djoko Tjandra, masih bisa berbisnis kemana-mana di Indonesia.

Teranyar, Djoko melakukan bisnis mengenai Hotel Mulya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan harga diduga hampir Rp 450 miliar. Ia menilai Djoko pulang ke Indonesia dengan mengurus EKTP adalah kamuflase.

“Justru dia melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa terhadap perusahaan-perusahaannya, dan ini diduga hanya memindahkan ke rekan atau afiliasinya dia. Ini diduga cuci uang,” ujarnya.

Untuk itu, Boyamin menyarankan, Jokowi segera melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin terkait pemulangan Djoko Tjandra yang diduga berada di Malaysia.

“Nah, pada saat itu berarti Djoko Tjandra dekat dengan kekuasaan (PM Malaysia), kemudian diduga ke Indonesia untuk jual beli saham. Saya minta harta-hartanya untuk dibekukan dan ditelisik, apakah ada dugaan pencucian uang, jika ada maka dapat dijerat,” demikian Boyamin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya