Berita

Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Tito Karnavian/Net

Politik

Tito Karnavian: Mohon Maaf Saya Muslim, Tapi Secara Teori Yang Terbaik Jenazah Covid-19 Dibakar

KAMIS, 23 JULI 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tata cara menangani jenazah pasien Covid-19 terus diperdebatkan. Teranyar, Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Tito Karnavian ikut bersuara.

Menurutnya, secara teori, jenazah pasien Covid-19 lebih efektif jika dibakar. Sebab, cara itu dianggap mampu mematikan virus yang menempel pada tubuh korban terinfeksi Covid-19.

"Yang terbaik, mohon maaf saya muslim ini, tapi secara teori yang terbaik ya dibakar, karena virusnya akan mati juga," katanya saat mengisi sebuah zoominar yang dipublikasikan oleh Puspen Kemendagri, Jakarta, Rabu (22/7).


Tito menegaskan, meski secara teori cara dibakar itu lebih baik, namun dia sadar hal tersebut bakal mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat.

Untuk itu, mantan Kapolri tersebut menyarankan agar dalam penguburan jenazah Covid-19 yang konvensional tetap memperhatikan betul protokol kesehatan. Mulai dari jenazah wajib dibungkus secara rapat dan tak diperbolehkan ada celah sedikitpun saat proses pemulasaran.

“Karena virusnya itu akan bertahan. Dan upayakan dimakamkan di kuburan yang tidak ada air mengalir, (artinya) kering, panas," kata Tito.

Selain itu, Tito juga mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan pencegahan dini penyebaran virus corona. Salah satunya sering-sering cuci tangan, karena mencuci dengan sabun di air akan mematikan virus corona.

"Yang menghancurkan itu sabun. Sebelum berwudhu cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Atau setelah wudhu cuci tangan," kata Tito.

Tak hanya itu, Tito menegaskan corona juga bisa dibunuh dengan larutan alkohol di atas 70 persen. Ia juga menyatakan virus corona bisa mati pada suhu 50 derajat celcius. Bahkan pancaran sinar ultraviolet seperti sinar matahari juga bisa membunuh corona.

"Tuhan sudah membantu Indonesia dengan sinar matahari yang cukup, jadi itu bisa membunuh corona," kata Tito.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya