Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum berencana tarik rem darurat/Istimewa

Nusantara

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies Belum Berencana Tarik Rem Darurat

RABU, 22 JULI 2020 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Meskipun angka kasus virus Corona baru atau Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan belum berencana menarik Rem Darurat atau Emergency Brake.

Sebab, menurut Anies, dalam melihat perkembangan kasus Covid-19 jangan hanya melihat angka penambahan kasus dalam satu hari. Namun harus dilihat pula positivity rate-nya per pekan.

"Kita lihat dulu situasi ini. Karena lagi-lagi, jangan lihat (angka positivity rate) dalam satu hari, tapi mingguan," ujar Anies saat ditemui seusai melakukan rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7).


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu melanjutkan, jika hanya melihat kasus harian maka positivity rate kemarin naik menjadi 8 persen. Padahal WHO telah merekomendasikan positivity rate idealnya di bawah 5 persen.

Oleh karena itu, dijelaskan Anies, untuk melihat rata-rata perkembangan kasus diperlukan waktu satu minggu agar angka yang diperoleh menunjukan kondisi yang sebenarnya.

"Karena kalau satu hari itu, ada satu hari laboratorium setor banyak, ada yang setor hari berikutnya. Karena itu kita ambil rata-rata satu minggu," jelas Anies

Ada pun penambahan kasus Covid-19 di Ibukota pada Selasa kemarin (21/7) tembus 441 orang. Jumlah tersebut adalah angka paling tinggi selama Penerapan PSBB masa transisi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya