Berita

Kunjungan perwakilan Forum Kedaulatan NKRI ke MUI Pusat, 21 Juli 2020/Net

Politik

Audiensi Ke MUI, Forum Kedaulatan NKRI Sampaikan Kekhawatiran Bangkitnya Paham Komunis Lewat RUU BPIP

SELASA, 21 JULI 2020 | 17:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Setelah melakukan audiensi dengan Polri beberapa waktu lalu, hari ini Forum Kedaulatan NKRI melakukan hal yang sama ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Forum yang berisi kalangan purnawirawan, ahli dan praktisi hukum, serta aktivis gerakan itu menyampaikan keresahan masyarakat yang perlu disikapi oleh MUI.

Dalam audiensi itu, mereka ditemui oleh Wasekjen MUI, Nadjamuddin Ramly.


Salah satu perwakilan Forum Kedaulatan NKRI, Adang Suhardjo mengatakan, dalam audiensi itu disampaikan kepada MUI bahwa paham komunisme secara sengaja dan terencana dimunculkan oleh pemerintah melalui RUU BPIP, dulu RUU HIP.

"Setelah kami kaji ada 10 poin yang juga sangat riskan bagi kemunculan paham komunisme dan sekularime. Untuk itu kami berkesimpulan RUU BPIP tidak perlu ada," kata Adang Suhardjo dalam keteranganya, Selasa (21/7).

Melalui RUU tersebut diduga salah satu upaya pemerintah untuk mengaburkan Pancasila yang lahir pada 18 Agustus 1945, menjadi 1 Juni 1945 dengan perasan menjadi Ekasila dan pada akhirnya menghilangkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal tersebut dinilai sangat menyakiti iman umat Islam dan umat beragama lainnya dimana konsep ketuhanan yang disubordinasi dengan kebudayaan.

Palsafah Dasar Negara Pancasila yang sudah final digoyang oleh Ideologi partai berkuasa Pancasila versi 1 Juni 1945, dengan memunculkan RUU HIP dan sekarang diajukan pemerintah melalui RUU BPIP yang pada dasarnya juga ingin melangengkan wacana Pancasila 1 Juni.

"Untuk hal ini kami meminta kepada MUI tetap waspada dan tetap mengawal pengusutan siapa dalang munculnya RUU BPIP tersebut diproses secepatnya secara tuntas," ujar Adang Suhardjo.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya