Berita

Latihan militer gabungan rutin Korea Selatan dan Amerika Serikat terhambat pandemik Covid-19/Net

Dunia

Covid-19 Menjangkit Pasukan AS Di Korea Selatan, Latihan Militer Gabungan Terhambat

SELASA, 21 JULI 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemik Covid-19 mengancam latihan militer gabungan yang rutin dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini pun kedua negara belum mengumumkan jadwal latihan.

Diungkap oleh para pejabat Korea Selatan, Menteri Pertahanan Jeong Kyeong-doo telah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Selasa (21/7). Namun keduanya tidak menetapkan rincian tanggal latihan yang biasanya dimulai pada awal Agustus.

"Kami akan menyaksikan perkembangan untuk menentukan skala, tanggal, dan metode latihan," ujar pejabat tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya, melansir CNA.


"Kita harus melakukan apa yang perlu, tetapi keselamatan juga merupakan kunci untuk mempertahankan postur kesiapan pertahanan," sambungnya.

Menurutnya, jika latihan tetap dilanjutkan, akan ada lebih banyak simulasi daripada latihan militer di lapangan.

Sejak tiga pekan terakhir, ada hampir 50 pasukan AS di Korea Selatan yang terinfeksi virus corona, termasuk 10 di antaranya dilaporkan pada Senin (20/7). Semua kasus tersebut dikonfirmasi pada saat kedatangan atau saat menjalankan wajib karantina selama dua pekan.

Lonjakan kasus di tengah pasukan militer AS di Korea Selatan memicu kekhawatiran Seoul. Kota Pyeongtaek yang menjadi basis militer AS juga telah meminta pemerintah Korea Selatan untuk memastikan para tentara Negeri Paman Sam diuji Covid-19 sebelum kedatangan.

Meski begitu, latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS saat ini menjadi sangat penting karena meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Saat ini, ada sekitar 28.000 tentara AS di Korea Selatan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya