Berita

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un memecat para pejabat yang bertanggung jawab atas proyek Rumah Sakit Umum Pyongyang/KCNA

Dunia

Kedapatan Minta Kontribusi Warga Untuk Bangun Proyek RS, Para Pejabat Korut Dipecat Kim Jong Un

SENIN, 20 JULI 2020 | 14:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan telah memecat para pejabat yang bertanggung jawab dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Pyongyang.

Dimuat KCNA pada Senin (20/7), para pejabat tersebut dipecat selama kunjungan Kim ke lokasi. Di sana, sekelompok manajer proyek yang tergabung dalam Komisi Koordinasi Konstruksi disebut telah gagal mengalokasikan anggaran yang tepat dan meminta warga biasa untuk memberikan kontribusi.

"Beliau (Kim) dengan keras menegur mereka karena membebani rakyat dengan mendorong semua jenis 'bantuan'," bunyi laporan tersebut sembari merilis foto Kim yang tampak sedang berbicara serius dengan para pejabat yang mengenakan masker di lokasi proyek.


KCNA menyatakan, aksi para pejabat tersebut merupakan penyimpangan serius dari kebijakan Partai Pekerja Korea (WPK).

Namun ternyata, teguran tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi para manajer proyek untuk bulan ini.

Sebelumnya, Kim mengkritik para manajer karena mereka tidak memperhatian dan melanggar aturan anti-epidemi, sehingga proyek harus ditunda.

Teguran sendiri muncul setelah Kim dalam suatu pertemuan partai memuji pembangunan proyek karena membuat kemajuan cepat di tengah situasi sulit. Tetapi ia juga meminta penyelidikan kinerja Komisi Koordinasi Konstruksi secara keseluruhan dan kemudian mengganti semua pejabat yang bertanggung jawab.

Rumah Sakit Umum Pyongyang sendiri merupakan proyek besar Kim sebagai peringatan 75 tahun berdirinya WPK pada Oktober. Kim mengatakan, proyek tersebut adalah prioritas utama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19.

Melansir Reuters, seorang profesor Studi Korea Utara di Universitas Seoul, Yang Moo-jin mengatakan, pemecatan komisi tersebut juga mengisyaratkan kesulitan ekonomi yang tengah dihadapi Korea Utara.

"Ini menunjukkan potensi penundaan dan hambatan lebih lanjut dalam memenuhi tenggat waktu Oktober yang diberikan kesulitan dalam memobilisasi sumber daya karena pandemik dan sanksi," kata Yang.

Meski belum melaporkan adanya kasus Covid-19, Korea Utara telah menerapkan langkah-langkah pencegahan tegas seperti melarang pertemuan publik, aturan mengenakan masker, dan karantina wajib bagi pekerja perbatasan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya