Berita

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono/RMOL

Presisi

Terkait Kasus Maria Pauline, 3 Petinggi Bank Bakal Dipanggil Bareskrim Secara Maraton

SENIN, 20 JULI 2020 | 12:11 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kasus L/C fiktif dengan tersangka Maria Pauline Lumowa (MPL) terus dilanjutkan Bareskrim Polri. Kali ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri bakal memeriksa 8 orang saksi baru untuk mendalami kasus pembuatan L/C fiktif tersebut.

"Kami berencana memanggil delapan orang lagi terkait kasus ini. Kepastian untuk memanggil ke-8 orang ini, setelah kami memeriksa Direktur PT Gramarindo Mega Indonesia, Ollah Abdul Agam. Dan untuk memperdalam peranan MPL sebagai pemenuhan salah satu unsur pasal 2 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Senin (20/7).

Adapun kedelapan orang yang akan dipanggil itu adalah TTK, RK, ES, KS, dan AW. Selain kelima orang itu, Argo menambahkan, tiga orang pimpinan bank juga ikut dipanggil. Yaitu pimpinan Citibank Pondok Indah, pimpinan Bank Amro Pondok Indah, dan pimpinan American Bank Pondok Indah.


"Mereka akan kami periksa secara maraton mulai hari ini, Senin (20/7) hingga Rabu (29/7) mendatang,” jelas Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menyatakan, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait perpanjangan penahanan dan pembahasan pemenuhan Syarat Formil dan Materiil berkas juga berkonsultasi dengan Ahli Tindak Pidana Korupsi Universitas Indonesia.

Untuk diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,2 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group ini diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam', karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp yang bukan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Setelah buron selama 17 tahun, perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut akhirnya ditangkap pihak berwajib Serbia. Untuk kemudian berhasil dibawa pulang oleh jajaran Kemenkumham RI pada 8 Juli lalu setelah melalui pendekatan yang intensif dengan pemerintahan Serbia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya