Berita

Buronan kakap Kejaksaan Agung Djoko Tjandra/Net

Politik

Pemuda Muhammadiyah Desak Kapolri Gandeng Kejagung Ungkap Skandal Surat Jalan Buronan Djoko Tjandra

SENIN, 20 JULI 2020 | 07:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Skandal surat jalan buronan kakap Kejaksaan Agung Djoko Tjandra terus menjadi perhatian publik karena telah mengungkap keterlibatan oknum jenderal di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), termasuk sorotan dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin mengaku mengapresiasi langkah cepat Kapolri Jenderal Idham Azis dalam menindak oknum anak buahnya yang diduga terlibat dalam skandal surat jalan bagi Djoko Tjandra.

Meski demikian, sebagai pembuktian sikap profesionalitas, Kapolri harus membuka secara terang -benderang kasus yang telah mencoreng citra Korps Bhayangkara ini.


"Sikap profesionalitas itu adalah sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar bagi anggota dalam Polri dalam menjalankan tugasnya melindungi, mengayom dan melayani masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia," demikian kata Razikin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (19/7).

Menurut Magister Politik Universitas Indonesia ini, Kapolri dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan insitusi Polri mandiri dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat.

Kata Razikin, apa yang telah dilakukan oleh Brigjen Prasetio Utomo telah menabrak UU 2/2002 serta Peraturan Kapolri 14/2011 tentang kode etik profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.  

"Mengabdi bagi kepentingan masayarakat (civilian police) bukan yang memiliki kecenderungan mengabdi pada kepentingan penguasa apalagi melayani koruptor seperti yang dilakukan oleh Prasetijo Utomo terhadap Djoko Tjandra jelas-jelas melabrak undang-undang," demikian uraian Razikin.

Selain langkah cepat, Pria yang juga Ketua DPP KNPI ini memberikan beberapa catatan untuk Kapolri.

Jenderal Idham Azis harus melibatkan Kejaksaan Agung dalam mengungkap skandal surat jalan bagi Djoko Tjandra. Selain itu, untuk memperkuat legitimasi publik Polri harus membuka diri terhadap unsur masyarakat sipil.

"Pelibatan organisasi masyarakat sipil sangat penting dalam membangun citra positif Polri. Keempat, perlu dibuka pembicaraan untuk merumusan ulang term profesionalisme kepolisian, mengingat luasnya ruang lingkup kerja Polri yang berakibat pada kaburnya profesionalisme  profesi polri," usul Razikin.

Razikin menambahkan, Kasus Djoko Tjandra harus menjadi momentum Polri untuk memperbaiki citra negatif yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan informasi yang ia himpun, sebagian masyarakat terutama lapis bawah masih menilai Polri sebagai pembuat masalah.  

"Pak Jenderal Idham Azis harus menjadikan momentum skandal surat jalan Djoko Tjandra untuk memperbaiki citra Polri baik secara personal maupun secara kelembagaan masih dinilai negatif, sebagian besar masyarakat terutama masyarakat lapis bawah belum menilai Polri bukan problem solving melainkan pembuat masalah (trouble maker)," pungkas Razikin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya