Berita

Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah/Net

Politik

Pengamat: Omnibus Law Ciptaker Picu Pemerataan Indonesia Timur

SABTU, 18 JULI 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rancangan undang undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai akan memicu pemerataan di wilayah Indonesia dari bagian tengah hingga timur.

Ini lantaran RUU Ciptaker bisa menarik investor dan menanamkan modal di wilayah tengah hingga timur. Sebab, selama ini investasi lebih fokus di wilayah barat.

"Timur ini investor kan sedikit, otomatis di situ kemudian selama ini enggak banyak investasi ada di situ," kata Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, Sabtu (18/7).


Trubus menyatakan, RUU Ciptaker bakal memudahkan investasi masuk seluruh wilayah di Indonesia termasuk kawasan Indonesia timur.

Menurutnya, investasi sulit masuk karena aturan yang berbelit dan tumpang tindih antara pusat dan daerah. Ia menyebut RUU Ciptaker menyederhanakan berbagai peraturan yang selama ini menghambat investasi.

"Kalau kemudian ini berjalan kan banyak investor yang mau masuk ke Indonesia," ujarnya.

Hadirnya investasi, kata Trubus, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sejumlah daerah. Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan program Kartu Prakerja.

Mereka yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan bisa diserap dari kegiatan investasi tersebut.

"Nah kalau investornya enggak ada, maka pelatihan itu ketika mereka sudah dapat sertifikasi akhirnya mau dikemanakan, kan jadi enggak nyambung," tuturnya.

Lebih lanjut, Trubus menyatakan RUU Ciptaker juga penting untuk membantu memperbaiki ekonomi terlebih setelah keluar Pemerintah 23/2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk untuk Penanganan Pandemik Covid-19.

Trubus menyebut pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi virus corona membutuhkan anggaran besar. Pemerintah tidak mungkin membiayai pemulihan hanya mengandalkan dana dari APBN.

"Jadi artinya ini pemerintah mau enggak mau Kan harus menggalang dari mana? Ya dari sektor investasi itu," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya