Berita

Politisi PKB, Luluk Nur Hamidah/Net

Politik

Tangani Corona, Luluk Nur Hamida Ingatkan Pemerintah Punya Kewajiban Bantu Pondok Pesantren

KAMIS, 16 JULI 2020 | 03:07 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wacana penghentian sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di seluruh  pondok pesantren (Ponpes) muncul karena adanya klaster baru virus corona baru (Covid-19) yang terjadi di daerah.

Wacana penghentian itu mendapatkan sorotan dari Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (15/7).

Kata Wakil Rakyat Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV ini, pemerintah tidak semena-mena menghentikan kegiatan belajar di Ponpes hanya karena kasus Corona di Ponpes Sempon, Wonogiri.


Menurut Mbak Luluk -biasa karib disapa- Ponpes memiliki tradisi pembelajran sendiri, sehingga tidak bisa menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar dengan dasar yang kuat.
 
"Pemerintah Daerah tidak bisa semena-mena menghentikan  KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di pondok-pondok pesantren hanya gara2 kasus Covid 19 di Pesantren Sempon itu. Pesantrèn punya tradisi KBM tersendiri", kata Luluk kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/07).

Menurut Ketua DPP PKB bidang Hubungan Luar Negeri ini, Pemerintah Daerah lebih baik tanggap dengan memfasilitasi pesantren dengan penerapan protokol kesehatan.

Beberapa langkah yang menurut Luluk tepat diantaranya melakukan rapid test gratis, menjamin ketersidaan alat pelindung diri (APD), dan juga layanan konsultasi dari tenaga medis setempat.

Luluk mengingatkan bahwa Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan dan fasilitasi agar Pondok-pondok Pesantren memiliki kesiapan dan dapat memasuki masa New Normal dengan baik.

"Pemerintah Daerah lebih baik segera tanggap dengan memfasilitasi pesantren dengan protokol kesehatan, rapid test gratis, APD yang memadai, layanan konsultasi dari tenaga medis. Bukan dengan tiba-tiba melarang KBM," demikian kata Luluk.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya