Berita

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Zubairi Djoerban/Net

Kesehatan

Potensi Penularan Corona Lewat Udara Tinggi, IDI Minta Pemerintah Awasi Ketat Protokol Kesehatan Di Ruangan Tertutup

RABU, 15 JULI 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Potensi penularan virus corona baru (Covid-19) lewat percikan droplet yang melayang di udara (airbone) bisa menjadi sebab angka kasus positif terus bertambah dari hari ke hari.

Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, potensi penularan seperti itu telah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"WHO, atas saran dari ratusan peneliti dari 32 negara menyetujui bahwa mungkin sekali penularannya tidak terbatas pada 1,7 meter atau 1,8 meter. Namun bisa jauh banget, bisa berkali-kali lipat. Maka disetujui ada kemungkinan itu (penularan lewat udara)," ujar Zubairi Djoerban saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/7).


Karena itulah kemudian Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini meminta kepada pemerintah untuk mengawasi secara ketat penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Khususnya di ruang-ruang publik yang tertutup, alias di dalam ruangan.

Sebab, berdasarkan pengalaman di beberapa negara, memang terdapat penularan virus yang terjadi di ruangan tertutup. Seperti transportasi umum, tempat ibadah, perkantoran, hingga di tempat hiburan dan sekolah.

"Lebih dari 40 kapal di dunia ini yang banyak sekali klasternya. Di Yokohama lebih dari 700 (orang terinfeksi). Kemudian kapal induk di Perancis itu lebih dari seribu terinfeksi, di Gereja di Korea Selatan itu yang terkait dengan gereja ada 5 ribu lebih, di Mul House di Perancis 2.500," paparnya.

"Jadi artinya kita memang harus ketat menjalankan (protokol kesehatan), kalau sekarang mau dibilang New Normal ya tapi harus ketat (pengawasannya)," demikian Zubairi Djoerban.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya