Berita

Audiensi Forum Kedaulatan NKRI di Mabes Polri/Net

Politik

Diterima Baintelkam, Forum Kedaulatan NKRI Sampaikan Keresahan Masyarakat Yang Perlu Disikapi Polri

SELASA, 14 JULI 2020 | 15:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Forum Kedaulatan NKRI melakukan audiensi guna menyampaikan keresahan masyarakat yang perlu disikapi secara serius oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Forum yang terdiri dari praktisi hukum, aktivis gerakan, pengamat politik dan kebangsaan, aktivis dakwah itu diterima oleh Direktur Kamneg Brigjen Umar Effendi dan Direktur Politik Brigjen Antoni dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) yang mewakili Kapolri Jenderal Idham Azis.

Salah satu peserta audiensi dari Forum Kedaulatan NKRI Adang Suhardjo, mengatakan, dalam pertemuan itu dipaparkan kondisi bangsa Indonesia saat ini sangat memprihatinkan.


Terlebih, di masa pandemik Covid-19 yang belum jelas kapan berakhir dan kurva positif masih terus naik. Namun, penanganan visi dan misi tidak jelas dan cenderung longgar.

Dampaknya, terjadi krisis ekonomi hingga mengakibatkan puluhan juta pekerja kena PHK, industri besar otomotif, pariwisata, dan tekstil lumpuh. Tidak cuma itu, industri UMKM lebih parah lagi karena tidak punya modal yang cukup untuk bertahan tidak ada pemasukan,

“Hampir semua rakyat menjadi miskin. Di samping krisis ekonomi global dengan pertumbuhan minus, juga terancam krisis pangan secara global karena musim panas yang berkepanjangan di tahun ini,” kata Adang memaparkan diskusi dengan Baintelkam Polri, Selasa (14/7).

Untuk itu, dalam audiensi tersebut, Forum Kedaulatan NKRI berpendapat seharusnya pemerintah dan semua lembaga tinggi negara mengerahkan semua sumber daya untuk mengatasi kondisi krisis tersebut, yang sangat memukul dan membuat Indonesia sangat terpuruk.

“Namun yang terjadi malah sebaliknya, partai-partai DPR-RI dalam kondisi yang parah tersebut, membuat masyarakat resah dengan memaksakan produk kontroversial secara terburu-buru, tidak partisipatif dan tidak punya sense of krisis,” terang Adang.

Sambungnya, lolosnya RUU HIP masuk dalam daftar prolegnas yang skenarionya sudah dirancang sedemikian rupa saat dalam keadaan multi krisis di mana teknologi persidangan jarak jauh bisa diakali.

Partai politik di DPR masih ngotot dan tidak peka terhadap aspirasi masyarakat, masih tidak menghentikan dan mengeluarkan RUU HIP dari proglenas malah meributkan untuk mengganti menjadi RUUPIP.

Padahal, Adang menekankan, hampir semua kekuatan masyarakat sudah menolak dan meminta segera menghentikan RUU tersebut.

Jika hal itu tak segera disikapi Polri sebagai pemelihara kemanan dalam negeri, kondisi tersebut akan memuncak menjadi krisis sosial politik berkepanjangan.

Di samping dampak keterbelahan masyarakat akibat dampak Pilpres 2014 dan 2019, masih belum sanggup disatukan oleh pemerintah Jokowi.

“Malah semakin tajam karena pembiaran dan perlakukan tidak adil dalam penegakan hukum terhadap pihak pendukung pemerintah dengan pihak yang mengkritisi, jargon lama masa PKI seperti kadrun dilabelkan untuk orang yang mengkritisi pemerintah,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya