Berita

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono jadi pembicara diskusi virtual Polemik bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru'/Rep

Kesehatan

PANDEMIK COVID-19

Penularan Lewat Udara, Pakar Epidemiologi UI: Harus Waspada Di Ruang Tertutup

SABTU, 11 JULI 2020 | 12:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan hasil kajian terbarunya mengenai potensi penularan lewat udara, atau yang disebut aerosol transmision.

Hal ini pun menjadi perhatian pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, yang mengimbau masyarakat untuk waspada atas temuan WHO tersebut.

"Itu yang sebenarnya kita harus waspadai, bahwa di dalam ruang tertutup itu resikonya lebih tinggi dibandingkan di ruang terbuka," ujar Pandu dalam diskusi virtual Polemik bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru', Sabtu (11/7).


Alasan Pandu meminta masyarakat waspada adalah karena melihat kondisi penerapan new normal saat ini. Di mana masyarakat mulai beraktifitas secara normal, baik untuk bekerja maupun beraktifitas sosial secara tebuka.

Terlebih berdasarkan kajian medisnya, penularan lewat udara juga memiliki potensi yang lebih tinggi dibanding potensi penularan melalui kontak langsung yang didapat orang sehat dari orang terinfeksi yang mengeluarkan droplet (cairan lendir berasal dari tenggorokan atau hidung).

"Itu kan (penularan lewat udara) bagian kecil, dan itu hanya di dalam ruangan. Jadi semburan dari saluran pernapasan kita, bila seseorang itu sudah ada virusnya, itu bisa ditularkan ke orang lain dengan semburan itu, yang sifatnya droplet," ungkap Pandu.

Dengan adanya temuan WHO tersebut, Pandu mengakui bahwa kemungkinan adanya penularan melalui udara (aerosol transmision), utamanya di dalam ruangan, betul-betul harus menyadarkan masyarakat untuk semakin displin menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya, belakangan dia juga sempat mendengar adanya klaster penularan di tempat kebugaran (fitnes centre), yang bisa dijadikan satu bukti dari aerosol transmision di dalam ruangan tertutup.  

"Itu sebenarnya mengesahkan atau memperkuat tekad kita harus selalu menggunakan masker, baik di luar gedung maupun di dalam gedung. Dan jangan masuk ke dalam gedung yang ventilasinya buruk karena itu beresiko," demikian Pandu Riono.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya