Berita

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7)/Net

Politik

Maria Pauline Lumowa Sudah Ditangkap Di Serbia Sejak Juli 2019

KAMIS, 09 JULI 2020 | 13:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tersangka pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa ternyata telah ditangkap dan diamankan di Serbia sejak Juli 2019 yang lalu. Hanya saja, proses ekstradisi sangat alot karena melibatkan negara lain.

“Tim kami cukup lengkap ini proses panjang yang kita lakukan untuk menunjukan negara kita negara hukum, kita coba sebaik mungkin perjalanan ini agak tertutup. Dia sudah ditangkap Juli 2019 di Serbia,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Penangkapan yang dilakukan sejak Juli 2019 didasarkan red notice yang dikeluarkan setelah Maria mulai melarikan diri dari Indonesia ke Singapura, kemudian ke Belanda. Pada saat di Belanda, Yasona menyampaikan, Maria telah terdeteksi namun pemerintah Belanda menolak untuk melakukan ekstradisi.


“Kita sudah lakukan upaya hukum untuk meminta agar diekstradisi dari Belanda, tapi pemerintah Belanda menolak karena tidak ada perjanjian ekstradisi,” jelas Yasona.

Pada saat Maria Puline berada di Beogard, ibukota Serbia dan menyandang status DPO internasional atau red notice, maka Interpol memberitahukan pihak Indonesia kemudian ditindaklanjuti oleh Dirjen AHU Kemenkumham dengan mengirim surat ekstradisi ke pemerintah Serbia pada tanggal 31 Juli 2019 pasca Maria sudah dalam pengawasan sepenuhnya Interpol pada 16 Juli 2019.

“Jadi tertangkap 16 Juli lalu kita tindak lanjuti 31 Juli kemudian kita susul 3 September 2019, yaitu pemrintaan surat,” papar Yasona.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari “orang dalam” karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya