Berita

3000 orang diperkirakan telah menghadiri demonstrasi Black Lives Matter di Senate Square pada 3 Juni lalu/Net

Dunia

Finlandia Selidiki Adanya Keterlibatan Polisi Dalam Memprovokasi Aksi Demo Black Lives Matter

KAMIS, 09 JULI 2020 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Finlandia kembali menyelidiki adanya campur tangan polisi Helsinki dalam aksi demonstrasi Black Lives Matter yang berlangsung pada bulan lalu yang membuat kota itu ricuh.

Petugas berseragam itu diduga terlibat dalam aksi setelah terlihat memprovokasi dan menyerukan dukungan terhadap aksi yang diluncurkan di Senat Square pada 3 Juni lalu.

Para polisi itu bukannya membubarkan kerumunan tetapi malah berpihak pada para pendemo di tengah aturan pembatasan kesehatan Covid-19.


Pada 19 Mei, pemerintah daerah di Finlandia melarang pertemuan publik lebih dari 500 orang hingga 30 Juni, karena masalah keselamatan dan kebersihan.

Anggota Parlemen Ombudsman Petri Jääskeläinen mengatakan ada 16 pengaduan telah diajukan terhadap Departemen Kepolisian Helsinki. Tiga laporan anonim lain berisi tentang perilaku polisi yang tidak patut  juga telah dibuat melalui saluran etika internal.

Sekitar 3.000 orang berkumpul di Helsinki pada 3 Juni, meneriakkan slogan-slogan seperti ‘Kulit hitam penting’ dan membawa tulisan besar-besar ‘Aku tidak bisa bernapas’.

Sebuah laporan awal mengindikasikan bahwa polisi Helsinki diberitahu dua hari sebelumnya bahwa demonstrasi akan berlangsung di Senat Square. Sebuah tweet dari Kepolisian Helsinki pada 3 Juni lalu membenarkan bahwa petugas hadir untuk memantau ketertiban umum dan keamanan, dikutip dari Euronews, Rabu (8/7).

Pihak berwenang meminta penyelenggara untuk menghentikan demonstrasi itu sesegera mungkin karena telah melanggar pembatasan aturan kesehatan, tetapi para polisi di sana mengatakan bahwa jumlah peserta dalam aksi protes itu dalam batas yang diijinkan.

Perbedaan pendapat pun memunculkan kericuhan. Beberapa mengeluhkan aturan yang dibuat tidak seimbang dalam penerapannya.

Demonstrasi itu sendiri ilegal karena tidak memiliki ijin dan berisi provokasi dengan jumlah yang besar.

Kementerian Dalam Negeri Finlandia telah diminta untuk menyelidiki masalah ini, dan memiliki waktu hingga 30 Oktober untuk mengajukan pendapatnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya