Berita

Menteri BUMN, Erick Thohir/Net

Politik

IMI: Erick Thohir Membangun Sinergi Dengan Memasukkan TNI- Polri Jadi Komisaris BUMN

SENIN, 06 JULI 2020 | 18:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir menarik perwira TNI dan Polri menjadi direksi dan komisaris perusahaan BUMN menjadi perdebatan hangat belakangan ini.

Isu tentang kekhawatiran akan kembalinya kembalinya dwi fungsi ABRI yang pernah terjadi dahulu, menjadi hal yang mendominasi tema perdebatan.

Apalagi setelah salah satu anggota Ombudsman memaparkan data adanya rangkap jabatan TNI-Polri atau ASN di tubuh BUMN, angin politik yang menerpa Menteri BUMN Erick Thohir makin kencang.


Menurut Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institute (IMI), Lukman Edy, salah alamat kalau banyaknya rangkap jabatan di BUMN itu dialamatkan kepada Erick.

“Itu kan analisis Ombudsman terhadap konfigurasi BUMN zaman Bu Rini (mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno)," ujar Lukman kepada wartawan, Senin (6/7).

Dikatakan Lukman, analisa rangkap jabatan pejabat kemeterian dengan komisaris di BUMN yang disampaikan oleh Ombudsman, adalah hasil evaluasi terhadap BUMN masa jabatan Rini Soemarno sebagai menteri.

"Di era Erick Thohir, ini justru jauh berkurang. Hal ini bagian dari upaya Erick Thohir untuk konsisten menjalankan visi efisiensinya," imbuhnya.

Soal adanya representasi dari kementerian atau lembaga yang bekerja di BUMN, menurutnya hal itu adalah hal wajar dan bahkan harus ada perwakilan dari lembaga yang bersangkutan.

"Beberapa kementerian dan lembaga yang berhubungan dengan pekerjaan BUMN seperti PUPR, Perhubungan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Perkebunan, menjadi wajar kalau pemerintah meletakkan beberapa pejabatnya menjadi bagian di BUMN. Ini justru sinergitas namanya," jelasnya.

Sementara itu terhadap kekhawatiran akan kembalinya dwi fungsi ABRI saat ini, bagi dia terlalu berlebihan. Pasalnya, sejak era reformasi prajurit militer TNI-Polri tidak memiliki hak politik.

Tetapi, sambung mantan anggota DPR RI ini, melalui Keputusan Presiden 63/2004 dijelaskan bahwa TNI dapat diperbantukan dalam tugas pengamanan obyek vital nasional yang bersifat strategis.

Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri sebagaimana diatur dalam Kepres 63/2004 ini, bisa disimpulkan bahwa BUMN bisa dikategorikan sebagai obyek vital nasional.

Sehingga, kata Lukman, apa yang dilakukan Erick menarik perwira TNI-Polri menjadi komisaris adalah upaya sinergitas dan cara untuk menjaga BUMN sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

"Dalam kerangka ini, mestinya langkah Pak Erick dipahami dalam kerangka sinergi BUMN dengan TNI-Polri, bukan membangkitkan dwi fungsi ABRI. Terlalu jauh itu," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya