Berita

Eks Menteri KKP, Susi Pudjiastuti/Net

Politik

Kuota Ekspor Benur Lobster Dinikmati Politisi, Saiful Anam: Bisa Jadi Bu Susi Digeser Karena Idealis

SENIN, 06 JULI 2020 | 16:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Digesernya Susi Pudjiastuti dari Menteri Kelautan dan Perikanan diduga adanya tekanan dari mafia ikan yang kebakaran jenggot.

Hal itu disampaikan Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menanggapi adanya politisi dari Partai Gerindra yang memperoleh jatah kuota ekspor benih telur lobster dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Inilah yang banyak terjadi, dimana jabatan dikejar-kejar karena ingin mengejar untung dari proyek-proyek yang akan dikerjakannya, bukan niat tulus ingin membangun bangsa. Bisa jadi pula Bu Susi digeser jadi jabatan menteri KKP karena ia terlalu idealis soal benih lobster ini, sehingga pihak-pihak yang merasa diuntungkan jadi kebakaran jenggot," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7).


Karena kata Saiful, di laut Indonesia banyak terjadi illegal fishing yang merugikan negara maupun para nelayan Indonesia.

"Kita tahu bahwa sebenarnya mafia terbesar yang merugikan keuangan negara yang sangat fantastis mengalahkan korupsi adalah mafia ikan. Kita kan selama ini terlalu disibukkan dengan persoalan tindak pidana korupsi, padahal kerugian negara apabila dibandingkan dengan illegal fishing dan sejenisnya sangat jauh," jelas Saiful.

Sehingga kata Saiful, posisi Menteri KP sangat diincar oleh pihak-pihak tertentu agar perusahaan yang dimiliki bisa leluasa.

"Namun hal tersebut banyak tidak tersentuh, karena banyak pemain yang silent operation, diam-diam sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Potensi perikanan sangat melimpah, sehingga posisi dan kedudukan MenKKP sangat strategis dan menjadi incaran para mafia untuk mengamankan langkahnya," terang Saiful.

Saiful pun menambahkan, bahwa jatah ekspor benur lobster oleh perusahaan tertentu merupakan bagian dari penyumbang kerugian negara.

"Betapa tidak, bisnis benih lobster itu sangat menggiurkan, untungnya sudah di depan mata, maka bukan rahasia umum apabila semua pihak berkepentingan untuk campur tangan, termasuk Fahri Hamzah dan beberapa orang yang terafiliasi dengan Gerindra. Sektor perikanan ini banyak belum tersentuh, padahal hanya segelintir orang yang menikmatinya, potensinya sangat besar, akan tetapi hanya dinikmati oleh sebagian orang saja," pungkas Saiful.

Diketahui, beberapa politisi menjadi bagian dari perusahaan yang mendapatkan jatah kuota impor benih lobster dari KKP.

Dirangkum dari Tempo, politisi yang dimaksud diantaranya Ahmad Bahtiar Sebayang yang merupakan Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya, underbouw Partai Gerindra. Ahmad Bahtiar menjabat sebagai Komisaris Utama PT Royal Samudera Nusantara yang menjadi perusahaan yang mendapatkan jatah kuota ekspor benih lobster.

Selain itu, tga eksportir lain yang terafiliasi Gerindra. Misalnya PT Bima Sakti Mutiara, hampir semua sahamnya dimiliki PT Arsari Pratama. Komisaris PT Bima Sakti Mutiara adalah Hashim Sujono Djojohadikusumo yang merupakan adik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang juga Ketum Gerindra. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan putri Hashim duduk sebagai Direktur Utamanya.

Kemudian PT Argo Industri Nasional (Agrinas) saham ini dikantongi oleh Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan.

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 dan Caleg Gerindra Pada Pileg 2019, Rauf Purnama sebagai Dirut, pengurus Tunas Indonesia Raya, Dirgayuza Setiawan sebagai Direktur Operasi dan anggota Dewan Pembina Gerindra, Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Keuangan.

Lalu yang jadi komisaris PT Agrinas diantaranya Waketum Gerindra, Sugiono yang juga duduk di kursi Komisi Pertahanan DPR; Wakil Sekjen Gerindra, Sudaryono; Wakil Menhan, Sakti Wahyu Trenggono jadi Komisaris Utama.

Selanjutnya PT Maradeka Karya Semesta. Wakil Ketua Komisi Infrastruktur DPR Fraksi Partai Gerindra, Iwan Darmawan Aras sebagai pemiliknya yang berkongsi dengan Legislator Partai Golkar 2014-2019, Eka Sastra yang merupakan adik sepupunya Iwan.

Selain Partai Gerindra, PKS juga terafiliasi sebagai pemegang izin ekspor benur. Seperti politisi asal NTB yakni Lalu Suryade dari PKS yang kini siap maju di Pilbup Bupati Lombok Tengah menjadi Pemilik PT Alam Laut Agung.

Lalu mantan politisi PKS, Fahri Hamzah yang kini menjabat Waketum Partai Gelora Indonesia tercatat sebagai membandari modal PT Nusa Tenggara Budidaya yang berkongsi dengan pengusaha Aziz Mochdar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya