Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Isu Reshuffle Mencuat, Jokowi Harus Pertimbangkan Politik Akomodatif

SENIN, 06 JULI 2020 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Isu reshuffle kabinet belakangan mencuat kepermukaan seiring dengan kemarahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, untuk menjaga kepercayaan publik, pemerintah perlu mengamankan basis koalisi di parlemen untuk mengantisipasi serangan politik yang mendelegitimasi kredibilitas pemerintahan.

"Karena itu politik akomodasi tetap harus dipertimbangkan, termasuk membuka peluang bergabungnya partai-partai yang selama ini masih di luar pemerintahan, khususnya Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional (PAN)," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7).


Menurut Umam, selama ini kadar kritis Partai Demokrat relatif proporsional. Hal itu ditunjukkan dengan basis serangannya yang logis, tidak nyinyir dan terkadang tetap memberikan apresiasi kepada pemerintahan Jokowi pada momentum tertentu.

"Artinya, logika dan genetika politik Partai Demokrat sebenarnya nyambung dengan pemerintahan Jokowi," sambungnya.

Menurutnya, dengan memberi ruang bagi Partai Demokrat masuk ke dalam kabinet, Presiden Joko Widodo juga bisa membangun benteng pertahanan yang lebih kuat untuk menyelamatkan langkahnya saat mengakhiri masa kepresidenannya nanti.

Selain Partai Demokrat, menurut Umam, PAN juga bisa menjadi alternatif lain sebagai representasi politik kalangan Muhammadiyah.

"Tetapi, langkah itu tidak mudah mengingat komunikasi Jokowi dan PDIP terhadap PAN di bawah bayang-bayang Amien Rais tampaknya sulit dipertemukan," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya